Jakarta–Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong industri pasar modal dan asuransi untuk terintegrasi di Asean. Sejauh ini di industri perbankan sendiri integrasi perbankan di ASEAN (Asean Banking Integration Framework/ABIF) sudah mulai terlihat perkembangannya.
Sebagai informasi, belum lama ini OJK melakukan kesepakatan bilateral dengan Bank Sentral Malaysia untuk mendukung integrasi perbankan ASEAN ini. Namun demikian, industri lainnya seperti pasar modal dan asuransi diharapkan juga bisa ikut mendukung penerapan integrasi sektor keuangan Asean.
“Terkait banking integration framework, di ASEAN selain banking, pasar modal juga sedang berusaha integrasi. Asuransi juga,” ujar Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D. Hadad, dalam acara Indonesia Banking Human Capital Conference yang diselenggarakan Infobank bekerjasama dengan Perbanas, di Jakarta, Kamis, 13 Oktober 2016. (Selanjutnya : Tantangan integrasi pasar modal dan asuransi…)
Page: 1 2
Poin Penting Standard Chartered mendorong portofolio yang disiplin, terstruktur (core, tactical, opportunistic), dan terdiversifikasi lintas… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo melantik Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan, menggantikan Thomas Djiwandono yang… Read More
Poin Penting IHSG lanjut melemah tajam – Pada sesi I (6/2), IHSG ditutup turun 2,83%… Read More
Poin Penting Moody’s menurunkan outlook Indonesia dari stabil menjadi negatif, namun mempertahankan sovereign credit rating… Read More
Poin Penting Penurunan outlook dari stabil ke negatif dinilai Celios sebagai peringatan terhadap arah kebijakan… Read More
Poin Penting Danamon targetkan AUM wealth management tumbuh 20 persen pada 2026, melanjutkan capaian 2025… Read More