Agus sendiri tidak menampik, jika bank BUKU I tidak cepat cepat masuk BUKU II, sangat bahaya di tengah meningkatnya penggunaan teknologi digital.
Bukan tidak mungkin, jika bank BUKU I tidak beralih ke BUKU II untuk menjalankan bisnis digital banking, bisa ditinggal nasabahnya.
(Baca juga: Perbankan Syariah Mulai Jenuh?)
“Kalau mereka ingin berada di bisnis ini ya apa boleh buat. Kita tidak memaksa, Bank mungkin sudah mengerti bagaimana harus menjaga bisnisnya tetap berjalan, ” tutupnya. (*)
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) catat laba bersih Rp230 miliar per… Read More
Poin Penting OJK minta perusahaan asuransi siapkan dokumen, pahami ketentuan, dan pastikan kompetensi calon pihak… Read More
Poin Penting Celios menilai pengalihan 58 persendana desa ke Kopdes Merah Putih berisiko menekan ekonomi… Read More
Poin Penting Hingga 25 Februari 2026 pukul 08.07 WIB, DJP mencatat pelaporan SPT Tahunan 2025… Read More
Oleh Mikail Mo, Direktur Research dari The Asian Institute for Law, Economic and Capital Market… Read More
Poin Penting Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah mengajak Gen Z kembali ke desa untuk menggerakkan… Read More