News Update

OJK Dorong Bank BUKU I Naik Kelas Lewat Konsolidasi

“Kita harapkan impact ya bisa memacu bank BUKU I ke BUKU II dengan modal minimum di atas Rp1 triliun. Kalau tidak bisa dengan cara menambah modal, ya mau tidak mau harus merger atau konsolidasi, “kata Deputi Komisioner Pengawas Perbankan I, Mulya E. Siregar di Jakarta, Kamis, 19 Januari 2017.

Hal serupa juga dikatakan Deputi Komisioner Pengawasan Terintegrasi OJK, Agus E. Siregar, menurutnya jika menambah modal dirasa bank cukup berat buat bank BUKU I naik BUKU II, konsolidasi jadi upaya yang paling mungkin dilakukan.

(Baca juga: NPF Tinggi, OJK Arahkan Maybank Syariah Konsolidasi)

“Perbankan memerlukan kesiapan infrastruktur. Nah itu butuh modal. Kalau modal cukup berat untuk ditambah, salah satu yang paling mungkin harus dilakukan ya konsolidasi,” jelas Agus. (Bersambung ke halaman berikutnya)

Page: 1 2 3

Dwitya Putra

Recent Posts

Agresif! BSN Resmi Ekspansi ke Ekosistem Ekonomi Muhammadiyah

Poin Penting BSN menggandeng Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk mengelola ekosistem keuangan AUM dan mendongkrak pangsa… Read More

1 hour ago

127 Ribu BSI Agen Dorong Akselerasi Inklusi Keuangan Syariah

Poin Penting PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) memiliki lebih dari 127 ribu BSI Agen… Read More

2 hours ago

Masuk Pasar Asuransi Kesehatan, Roojai Tawarkan Produk Berkonsep Perlindungan Modular

Poin Penting Roojai Indonesia meluncurkan asuransi kesehatan modular yang memungkinkan nasabah menyusun perlindungan dan premi… Read More

2 hours ago

IHSG Sesi I Masih Mampu Ditutup Hijau pada Level 8.330, Naik 0,60 Persen

Poin Penting IHSG sesi I (25/2) ditutup menguat 0,60% ke level 8.330,12 dengan nilai transaksi… Read More

2 hours ago

DJP Luncurkan Coretax Form untuk SPT Nihil, Begini Cara Aksesnya

Poin Penting Direktorat Jenderal Pajak (DJP) meluncurkan Coretax Form untuk memudahkan pelaporan SPT Tahunan PPh… Read More

2 hours ago

Pemerintah Tarik Utang Baru Rp127,3 Triliun di Januari 2026

Poin Penting Pemerintah menarik utang baru Rp127,3 triliun per Januari 2026 (15,3 persen target APBN),… Read More

2 hours ago