Standard Chartered
Bandung — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencoba terus memperdalam pasar keuangan di pasar modal. Salah satunya akan coba dilakukan dengan membidik wajib pajak dan debitur kakap serta bank asing untuk melantai di Bursa Efek Indonesia dan menjadi perusahaan publik (Tbk).
“Debitur yang belum Tbk berapa nanti kita kerja sama dengan perbankan. Pembayar pajak besar yang belum Tbk berapa nanti kerja sama dengan kementerian keuangan,” ujar Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hoesen dalam diskusi dengan awak media di Bandung, Sabtu (6/4).
Akan tetapi, dirinya belum bisa menyebutkan seberapa besar potensi jumlah emiten dari pembayar pajak dan debitur perbankan. Dia mengatakan, akan berkoordinasi dengan otoritas terkait. “Ini pendekatan yang kita jajaki. Target belum ada. Jadi ini bukan dalam konteks mengejar target,” jelasnya.
Namun demikian, salah satu yang menjadi bidikan OJK untuk memperbesar pasar modal adalah perusahaan-perusahaan asing yang memiliki bisnis di Tanah Air. Apakah nanti anak usaha atau entitas Indonesianya yang akan melantai atau bahkan induk usaha atau grupnya, otoritas masih terus mengkaji potensi tersebut.
“Kita juga (akan) buka yang asing grupnya saja yang cross-listing di sini daripada anak usaha (entitas di Indonesianya) kan kecil,” tutur Hoesen.
Tak bisa dimungkiri bank-bank asing yang memiliki anak usaha di Tanah Air, dan kantor cabang bank asing (KCBA) pun menjadi perhatian khusus OJK. “Sekarang memang masih banyak bank asing (termasuk KCBA) yang belum Tbk. Kebanyakan di BUKU (Bank Umum Kegiatan Usaha) 3, nah nanti kalau masuk BUKU 4 kita lihat lagi,” tandas Hoesen. (*)
BSN bersinergi dengan Forum Wartawan BSN menggelar kegiatan sosial bertajuk “Ramadan Berkah, Sinergi BSN dan… Read More
Program CSR mudik bersama ini diikuti oleh sekitar 400 peserta sebagai bentuk dukungan pemerintah dan… Read More
Poin Penting PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk tengah mengakselerasi transformasi besar-besaran di lini operasionalnya… Read More
Poin Penting PT Bank Aladin Syariah Tbk bekerja sama dengan financial planner Ayu Sara Herlia… Read More
Poin Penting Industri asuransi jiwa telah menyalurkan klaim sekitar Rp2,6 miliar kepada korban bencana di… Read More
Poin Penting AAJI mencatat industri asuransi jiwa mencatat total investasi Rp590,54 triliun pada 2025, naik… Read More