Jakarta– Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berencana memperbarui model bisnis untuk meningkatkan jangkauan pembiayaan sektor produktif, terutama melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Baca juga: Perhatian Pemerintah Terhadap SDM Kurang, RI Makin Tertinggal
Muliaman D. Hadad, Ketua Otoritas Jasa Keuangan mengungkapkan, pihaknya sedang mengkaji realitas dan implementasi program KUR yang sedang berlaku di masyarakat saat ini.
“Saat ini OJK sedang pantau implementasinya, dan dampaknya pada persaingan dengan bank-bank yang tidak memiliki KUR. Tapi intinya, ini nanti akan jadi masukan untuk model-modelnya karena kita ingin mendorong ke sektor produktif,” ujar Muliaman di Jakarta, Rabu, 22 Maret 2017. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Page: 1 2
Poin Penting Rencana demutualisasi BEI yang ditargetkan rampung kuartal I 2026 dinilai terlalu agresif dan… Read More
Poin Penting DPR menilai konten digital berjudul sensasional menjadi pintu masuk masyarakat ke praktik judi… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya memproyeksikan anggaran program gentengisasi sekitar Rp1 triliun, bersumber dari dana cadangan… Read More
Poin Penting Bank BPD Bali mencatat laba bersih Rp1,10 triliun (tumbuh 25,39 persen yoy), aset… Read More
By: Eko B. Supriyanto, Editor-in-Chief of Infobank Three commissioners of the Financial Services Authority (OJK)… Read More
Poin Penting Danantara menyatakan dukungan penuh terhadap reformasi pasar modal yang digulirkan OJK, termasuk kebijakan… Read More