Keuangan

OJK Beberkan 3 Hal Penting Ini untuk Hadapi Ketidakpastian Ekonomi

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut Indonesia perlu mempersiapkan tiga hal untuk menghadapi kondisi geopolitik, geoekonomi, hingga ketidakpastian ekonomi di internasional yang diperkirakan akan terus meningkat. Ini seiring dengan memasuki masa presidensi Donald Trump di Amerika Serikat (AS).

Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, menyebut hal pertama yang perlu dilakukan adalah mengangkat rencana dan keinginan pemerintah untuk menjadi anggota dari Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) yang pada saat bersamaan juga menjadi anggota dari kelompok BRICS.

“Dalam kaitan itu kami melihatnya bahwa rencana dan strategic view pemerintah ini jangan ditinjau dari aspek seakan-akan perspektif aliansi politik, karena jelas kebijakan dan politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif tidak akan pernah mengacu dan berpihak pada aliansi politik apalagi militer dan kelompok manapun,” ucap Mahendra dalam sambutannya di CEO Networking, 26 November 2024.

Menurutnya, hal itu merupakan langkah strategi yang tepat dalam memperkuat landasan ekonomi keuangan dan investasi di Indonesia yang bertujuan untuk mendukung perekonomian yang semakin modern dan berkelanjutan.

Baca juga: Soal PPN 12 Persen Tahun Depan, Begini Tanggapan Bos OJK

“Alasannya adalah karena OECD di satu sisi memiliki kapasitas dan pengalaman sebagai standard setting body di hampir seluruh sektor perekonomian, keuangan, dan investasi di dunia dengan standar yang biasa dikenal dengan istilah best practices di berbagai negara terutama juga negara yang lebih maju,” imbuhnya.

Selanjutnya, hal kedua yang perlu dilakukan terkait dengan sustainable finance dan pengurangan emisi karbon. Dalam hal ini, Indonesia memiliki tekad yang kuat untuk mendorong keuangan berlanjutan guna memfasilitasi transisi ekonomi Indonesia menuju perekonomian yang rendah karbon.

“Apalagi hal tadi juga menjadi salah satu mandat dan amanat yang sangat kuat di dalam undang-undang tentang pengembangan dan penguatan sektor keuangan P2SK. Dalam kaitan itu OJK mendukung penuh komitmen internasional dalam mencapai net zero emission dan pembangunan berkelanjutan,” ujar Mahendra.

Komitmen tersebut salah satunya dibuktikan melalui Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI) untuk taksonomi versi pertama yang telah diterbitkan berfokus kepada sektor ataupun proses energy transition dan critical minerals.

Baca juga: Aset Kripto Makin Melambung, OJK Wanti-wanti Hal Ini

“Dalam kaitan itu kami juga sedang mendorong berbagai produk maupun memfasilitasi berbagai perusahaan dan projek yang berkaitan dengan energy transition maupun critical minerals yang sustainable untuk segera bisa beroperasi dan semakin kuat di dalam perekonomian Indonesia,” imbuhnya.

Adapun, hal terakhir yang dapat dilakukan Indonesia, yakni terkait dengan program hilirisasi dari sisi nikel, tembaga, bauksit dan lainnya yang potensinya masih sangat besar ke depannya. Di mana, perkembangan investasi dan hilirisasi dalam dua hingga tiga tahun terakhir terus memberikan peran aktif, sehingga diharapkan mampu meningkatkan daya tahan dan juga pertahanan ekonomi nasional. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Ketidakpastian Hukum di Sektor Keuangan: Ketika Risiko Dikriminalisasi dan Harga Dianggap Kartel

Oleh Anto Prabowo, Dosen FEB UNS Solo DI tengah dinamika kebijakan ekonomi nasional, munculnya dua… Read More

2 hours ago

Cetak SDM Unggul, BSN Gandeng Universitas Terbuka

Dalam program tersebut, BSN memberikan dukungan pembiayaan pendidikan bagi pegawai aktif yang memenuhi kriteria, baik… Read More

3 hours ago

CIMB Niaga Raih Penghargaan Most Trusted Financial Brand Awards 2026

Pada ajang tersebut, CIMB Niaga meraih tiga penghargaan, masing-masing pada kategori Produk Wealth Management untuk… Read More

5 hours ago

Konsistensi Fundamental, Tugu Insurance Catat Laba Rp711 Miliar di 2025

Poin Penting Tugu Insurance mencatat laba Rp711,06 miliar di 2025, meningkat dari Rp401,57 miliar (restated).… Read More

9 hours ago

ICEx Resmi Meluncur, Bangun Infrastruktur Bursa Kripto RI Berstandar Global

Poin Penting ICEx resmi diluncurkan sebagai platform infrastruktur aset kripto berstandar institusional, didukung modal USD70… Read More

14 hours ago

Melonjak 96 Persen, Transaksi di ICDX Tembus Rp12.477 T pada Kuartal I 2026

Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More

14 hours ago