News Update

OJK Awasi Dampak Demo terhadap Multifinance, Dorong Relaksasi Pinjaman

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah melakukan pendataan dan asesmen menyeluruh terkait dampak demonstrasi di beberapa kota, khususnya potensi peningkatan pembiayaan bermasalah atau non-performing financing (NPF) di perusahaan multifinance.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (KE PVML) OJK, Agusman mengungkapkan, pihaknya terus melakukan monitoring dengan industri PVML dalam memberikan kemudahan akses pembiayaan.

“Mencermati situasi terkini, OJK akan terus meningkatkan monitoring dan komunikasi dengan industri PVML untuk meyakini bahwa pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik, termasuk dalam memberikan kemudahan akses pembiayaan bagi UMKM,” ujar Agusman, dalam keterangan tertulis, dikutip Senin, 8 September 2025.

Ia menjelaskan, bagi debitur yang terkena dampak secara material dari situasi terkini dan berpengaruh terhadap kemampuan pembayaran pinjamannya, industri PVML didorong untuk dapat memberikan relaksasi pembayaran melalui skema restrukturisasi.

Baca juga: Piutang Pembiayaan Multifinance Capai Rp502,95 Triliun di Juli 2025

Menurutnya, relaksasi ini tetap dilakukan dengan memperhatikan prinsip kehati-hatian dan pelindungan terhadap nasabah sesuai ketentuan. 

Sebagai upaya mengembangkan industri PVML dan mempermudah akses masyarakat, khususnya UMKM, OJK akan melakukan deregulasi sejumlah ketentuan.

Salah satunya berupa kemudahan pembiayaan bagi calon nasabah perusahaan pembiayaan, pembiayaan infrastruktur, dan pergadaian yang berdasarkan data historis memiliki kualitas pembiayaan non-lancar yang tidak material.

“Sepanjang calon nasabah tersebut dinilai masih memiliki kemampuan membayar angsuran dan selaras dengan risk appetite lembaga jasa keuangan yang bersangkutan,” tegasnya.

Baca juga: Pembiayaan Modal Kerja Jadi Tulang Punggung Pertumbuhan Multifinance di Juli 2025

Terkait dampak langsung terhadap operasional, OJK mengonfirmasi sejumlah cabang perusahaan pembiayaan sempat terdampak aksi demonstrasi.

Namun, kata Agusman, perusahaan pembiayaan tersebut telah melakukan penyesuaian layanan dan pengamanan aset sehingga gangguan dapat terkendali.

Diketahui, PT Astra Sedaya Finance atau Astra Credit Companies (ACC) menjadi salah satu perusahaan pembiayaan yang terdampak. Aksi massa menyebabkan gedung kantor ACC di Kwitang, Jakarta Pusat, sempat dijarah dan dibakar oleh segelintir oknum. (*)

Editor: Yulian Saputra

Muhamad Ibrahim

Recent Posts

PWI Pusat Bakal Terima Hadiah Patung Tirto Adhi Soerjo dan Samin Surosentiko dari Blora

Poin Penting PWI Pusat akan menerima dua patung tokoh nasional—Tirto Adhi Soerjo dan Samin Surosentiko—karya… Read More

1 hour ago

DPR Pastikan Pengganti Pimpinan OJK-BEI Bebas Afiliasi Danantara dan BUMN

Poin Penting Pengisian pimpinan OJK dan BEI dipastikan independen, tidak berasal dari pihak terafiliasi Danantara,… Read More

1 hour ago

Kredit Macet, Bisnis Gagal atau Niat Jahat? OJK Harus Berada di Depan Bank

Oleh Eko B. Supriyanto, Chairman Infobank Media Group KREDIT macet dalam perbankan bukan sekadar angka… Read More

13 hours ago

KPK Mencari “Pepesan Kosong” Dana Non Budgeter-Iklan Bank BJB, Terus Berputar-putar “Dikaitkan” Ridwan Kamil-Aura Kasih

Oleh Tim Infobank DI sebuah ruang pemeriksaan di Mapolda Jawa Barat, udara tak hanya berdebu… Read More

14 hours ago

Daftar Saham Top Laggards dalam Sepekan, Ada BREN, BUMI hingga MORA

Poin Penting IHSG anjlok 6,94 persen sepanjang pekan 26–30 Januari 2026 ke level 8.329,60, seiring… Read More

14 hours ago

BSI Gandeng Kadin Dorong UMKM Naik Kelas

Poin Penting BSI menggandeng Kadin untuk mendorong UMKM lokal naik kelas melalui sinergi pembiayaan, pembinaan,… Read More

14 hours ago