Jakarta–PT Bank OCBC NISP Tbk mengklaim kondisi likuiditas perseroan masih sangat aman, dengan tingkat kredit terhadap DPK (LDR) ada di level 89 persen. Padahal perseroan masih memiliki jatah penerbitan obligasi berkelanjutan.
Demikian bank yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh OCBC Bank asal Singapura ini, belum akan meneruskan penerbitan obligasi berkelanjutan II pada tahun ini. “Kami masih memiliki sisa obligasi sebesar Rp6 triliun,” tutur Presiden Direktur Bank OCBC NISP, Parwati Surjaudaja di Jakarta, belum lama ini.
Menurutnya, perseroan baru akan menerbitkan sisa obligasi jika mengalami keterbatasan likuiditas, atau tingkat kupon bunga menarik. Sebagaimana diketahui, OCBC NISP memiliki Penawaran Umum Berkelanjutan II dengan target dana sebesar Rp8 triliun yang diterbitkan dalam kurun waktu hdua tahun setelah efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (Bersambung ke halaman berikutnya)
Page: 1 2
Oleh Tim Infobank SEMARANG, sebuah ruang pengadilan menjadi panggung sebuah drama yang memilukan sekaligus mengusik… Read More
Poin Penting OJK optimistis premi asuransi tumbuh pada 2026 seiring membaiknya konsolidasi industri dan penguatan… Read More
Poin Penting OJK menargetkan pertumbuhan kredit perbankan 10-12 persen pada 2026, dengan proyeksi pertumbuhan dana… Read More
Poin Penting Kerusakan atau hang perangkat operasional seperti aplikasi kasir bisa menyebabkan gangguan bisnis serius… Read More
Poin Penting Ekonomi Indonesia tumbuh 5,11% (yoy) pada kuartal IV 2025, tertinggi dalam empat kuartal… Read More
Poin Penting Pemerintah resmi menghentikan subsidi motor listrik pada 2026, melanjutkan kebijakan tanpa insentif sejak… Read More