OCBC Dukung Penguatan Iklim Investasi Lewat Indonesia Economic Summit 2026

OCBC Dukung Penguatan Iklim Investasi Lewat Indonesia Economic Summit 2026

Poin Penting

  • OCBC dukung iklim investasi nasional dengan menjadi sponsor Indonesia Economic Summit (IES) 2026, sejalan target RPJMN 2025–2029 dan pertumbuhan ekonomi 8 persen.
  • Perbankan berperan strategis mendorong investasi, melalui pembiayaan korporasi, layanan lintas negara, serta solusi digital dan transisi ekonomi hijau.
  • Kinerja OCBC tetap solid sepanjang 2025, ditopang pertumbuhan laba, kredit, DPK, dan transaksi digital yang melampaui rata-rata industri.

Jakarta – PT Bank OCBC NISP Tbk (OCBC) menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekosistem bisnis dan investasi nasional dengan berpartisipasi sebagai sponsor Indonesia Economic Summit (IES) 2026 yang diselenggarakan Indonesian Business Council (IBC).

Keterlibatan OCBC dinilai sejalan dengan target pemerintah dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 yang membidik pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen, dengan sektor swasta sebagai motor utama peningkatan investasi.

Baca juga: Laba OCBC Tumbuh 4 Persen Jadi Rp5,1 Triliun di 2025

Head of Corporate Banking OCBC Suwano mengatakan, perbankan memiliki peran strategis dalam menjaga kelancaran arus pembiayaan dan investasi di tengah ketidakpastian ekonomi global.

“Indonesia membutuhkan ekosistem keuangan yang solid untuk mendukung aktivitas bisnis dan investasi yang berkelanjutan. Melalui Indonesia Economic Summit, OCBC menegaskan komitmennya mendukung dunia usaha melalui solusi perbankan yang relevan dengan kebutuhan korporasi di tengah dinamika ekonomi global serta layanan inovatif yang mendukung transisi menuju ekonomi hijau,” ujar Suwano, dalam keterangannya, Selasa, 10 Februari 2026.

Ia melanjutkan, melalui lini Corporate Banking, OCBC menyediakan berbagai solusi pembiayaan bagi korporasi dan institusi, mulai dari pembiayaan modal kerja dan investasi, trade finance, cash management, hingga layanan treasury.

Perkuat Konektivitas Bisnis Regional

OCBC juga didukung kapabilitas cross-border banking melalui jaringan regional OCBC Group untuk mendukung transaksi dan ekspansi bisnis lintas negara, termasuk arus investasi internasional ke Indonesia.

Ia bilang bahwa OCBC turut memperkuat konektivitas bisnis regional melalui layanan China Business Office (CBO) serta inisiatif kolaboratif seperti ONe Connect Series yang mempertemukan pelaku industri, investor, dan mitra strategis dari dalam dan luar negeri.

“Seluruh layanan tersebut dilengkapi dengan solusi digital perbankan korporasi yang terintegrasi untuk mendukung efisiensi dan keamanan transaksi nasabah,” jelasnya.

Baca juga: OCBC Resmi Jadi Induk Konglomerasi Keuangan, Anggaran Dasar Diubah

Kinerja OCBC

Sejalan dengan komitmen penguatan ekosistem bisnis, kinerja perseroan tercatat solid sepanjang 2025 dengan membukukan laba bersih Rp5,1 triliun. Angka tersebut tumbuh 4 persen dibanding tahun sebelumnya.

Pertumbuhan laba OCBC sepanjang 2025 ditopang kenaikan penyaluran kredit dan pendapatan operasional.

Dari sisi realiasi kredit, OCBC berhasil menyalurkan kredit Rp173,4 triliun di 2025, atau tumbuh 2 persen secara tahunan atau year on year (yoy).

Kualitas kredit juga terjaga dengan baik. Ini tecermin dari rasio non performing loan(NPL) gross terkendali di level 1,9 persen, sedangkan rasio pencadangaan NPL yang memadai 226,0 persen.

Baca juga: OCBC Bagikan Tiga Tips Kelola Keuangan untuk Generasi Muda

Sedangkan pendapatan operasional perseroan tercatat tumbuh 10 persen yoy menjadi Rp13,1 triliun per Desember 2025.

Sementara kinerja intermediasi lainnya tercatat moncer. Dana Pihak Ketiga (DPK) OCBC meningkat 18 persen yoy menjadi Rp243,5 triliun per Desember 2025. Capaian ini melebih industri perbankan nasional yang tumbuh 10,4 persen yoy selama 2025, menurut data Bank Indonesia (BI).

Adapun pertumbuhan DPK OCBC ditopang oleh pertumbuhan giro dan tabungan (CASA) sebesar 24 persen yoy menjadi Rp141,1 triliun.

Sementara dari aspek akselerasi transformasi digital, OCBC terus mencatatkan perkembangan yang positif. Sepanjang 2025, total volume transaksi digital tumbuh sebesar 46 persen secara tahunan didukung oleh pertumbuhan jumlah pengguna aktif internet banking dan OCBC Mobile Banking mencapai 13 persen yoy.

Sedangkan pertumbuhan pengguna aktif OCBC Business Mobile untuk nasabah korporasi sebesar 19 persen secara tahunan dengan nilai transaksi yang mencapai Rp1.500 trilun selama 2025. (*)

Editor: Yulian Saputra

Related Posts

News Update

Netizen +62