Ilustrasi: Dolar makin menguat pasca kemenangan Donald Trump di Pilpres 2024. (Foto: istimewa)
Jakarta–PT ABM Investama Tbk ( Kode Saham; ABMM) menerbitan surat utang global (global bond) sebesar USD300 juta dengan jangka waktu 5 tahun. Obligasi berdenominasi Dolar Amerika Serikat ini memeroleh kelebihan permintaan (oversubscribed) sampai USD1,1 Miliar.
Adapun obligasi yang pertama kali diterbitkan oleh ABM ini memberikan kupon 7,12 persen dengan term pembayaran kupon dua kali per tahun. Global bond ini berlaku mulai 1 Agustus 2017 dan jatuh tempo pada 1 Agustus 2022. ABM menawarkan global bond ini ke sejumlah investor di Asia, Eropa dan Amerika Serikat.
“Kami sangat surprised dengan besarnya respon investor terhadap penerbitan global bond ABM yang pertama kali ini. Tingginya kepercayaan investor ini memberi bukti bahwa business model yang diterapkan sudah tepat serta kinerja ABM sangat baik,” jelas Direktur Utama ABM Investama, Andi Djajanegara dalam keterangan persnya di Jakarta, Rabu, 2 Agustus 2017.
Andi menambahkan, minat besar investor terhadap global bond ABM ini juga sejalan dengan kepercayaan sejumlah lembaga pemeringkat global yang memberikan rating positif ini terhadap obligasi global perseroan. Fitch Ratings telah memberikan peringkat “BB-“ dengan outlook stabil, Moody’s memberikan peringkat Ba3 juga dengan outlook stabil. Ini merupakan kali pertama kedua pemeringkatmemberikan penilaian terhadap ABM.
Dalam keterangannya, Fitch menjelaskan bahwa Peringkat BB- yang diberikan mencerminkan kinerja operasional ABM yang solid dan posisi ABM sebagai perusahaan tambang batubara terintegrasi. Selain mengelola tambang, ABM didukung oleh bisnis kontraktor pertambangan batubara yang sangat kompetitif dan memiliki nilai kontrak keempat terbesar di Indonesia. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Page: 1 2
Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More
Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More
Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More
Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More
Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More
Poin Penting IHSG melonjak 4,42% ke level 7.279, dengan mayoritas saham (623) ditutup menguat. Seluruh… Read More