Keuangan

Notasi Khusus BEI Tak Pengaruhi Operasional Bisnis Sinarmas MSIG Life

Jakarta – Sinarmas MSIG Life tercatat mendapat notasi khusus C dari Bursa Efek Indonesia (BEI). Implikasinya terjadi perkara hukum terhadap perusahaan tercatat, anak perusahaan tercatat dan/atau anggota direksi dan anggota dewan komisaris perusahaan tercatat yang berdampak material.

Menanggapi hal tersebut, Presiden Director Sinarmas MSIG Life, Wianto Chen menegaskan, persoalan ini sama sekali tidak mempengaruhi operasional bisnis dari pihaknya.

“Saya yakinkan ini tidak akan memengaruhi operasional kita, baik aset, modal dan profit tidak terpengaruh,” ujarnya kepada media, Kamis, 13 April 2023.

Wianto mengatakan, ini adalah kasus pemalsuan polis oleh mantan tenaga pemasar di Manado. Sebenarnya persoalan tersebut sudah tutup secara pidana, dan yang bersangkutan sudah diproses secara hukum.

“Kita sudah serahkan ini ke pengadilan perdata. Sekarang dalam tahap banding, kalau pengadilan memutuskan bersalah, kami tanggung jawab, karena ini bukan perusahaan, tapi terlibat beberapa orang, kita ikuti saja dan pelaku sudah di penjara,” ungkap Wianto.

Baca juga: Antisipasi Risiko Kesehatan, Sinarmas MSIG Life Luncurkan My Health Risk Score

Sebagai informasi, sebelumnya Sinarmas MSIG Life menjadi pihak tergugat 1 atas gugatan perdata tanggung renteng dengan Nomor Perkara 54/Pdt.G/2022/PN.Mnd dan 61/Pdt.G/2022/PN.Mnd sehubungan dengan ganti rugi atas tindakan yang dilakukan oleh salah seorang mantan tenaga pemasar Perusahaan yang bekerjasama dengan sejumlah pihak.

Tuntutan ganti rugi materiil yang diajukan dalam kedua gugatan di atas adalah sebesar Rp83.550, ganti rugi kehilangan keuntungan 5% per bulan dan denda keterlambatan 6% per tahun sejak Mei 2020 sampai dengan putusan dilaksanakan, dan Rp100.000 untuk kerugian immateriil.

Ia menegaskan, notasi khusus dari BEI tersebut akan dibuka dalam waktu dekat. “Ini yang terjadi, prosesnya berlanjut, tidak ada dampaknya kepada perusahaan. Notasi sudah akan dibuka minggu ini, sebentar lagi akan didrop minggu ini,” tegas Wianto. (*) Bagus Kasanjanu

Galih Pratama

Recent Posts

Bank Mandiri Bukukan Laba Rp56,3 Triliun pada 2025

Poin Penting Bank Mandiri membukukan laba bersih Rp56,3 triliun pada 2025, ditopang pertumbuhan kredit 13,4… Read More

34 mins ago

Debt Collector Punya Peran Krusial Jaga Stabilitas Industri Keuangan

Poin Penting Keberadaan debt collector berperan sebagai credit collection support yang menjaga likuiditas, menekan risiko… Read More

41 mins ago

DPLK Avrist Catat Aset Kelolaan Rp1,32 Triliun hingga Desember 2025

Poin Penting Aset kelolaan DPLK Avrist tumbuh 9,24% menjadi Rp1,32 triliun hingga Desember 2025, dengan… Read More

1 hour ago

Mantan Menlu Buka-bukaan Soal Sikap Prabowo di Board of Peace

Poin Penting Prabowo dinilai realistis menyikapi keikutsertaan Indonesia di Board of Peace, yang saat ini… Read More

1 hour ago

Debt Collector dan Bahaya Jual Beli STNK Only: Menteri Kominfo Didorong Larang Iklan Kendaraan Ilegal di Media Sosial

Poin Penting Debt collector berperan vital menjaga stabilitas pembiayaan dengan mencegah kredit macet, menjaga nilai… Read More

2 hours ago

IHSG Sesi I Ditutup Berbalik Melemah ke 8.141, Mayoritas Sektor Terkoreksi

Poin Penting IHSG sesi I melemah tipis 0,06% dan ditutup di level 8.141,84 setelah sempat… Read More

3 hours ago