Jakarta – Direktorat Barang Milik Negara yang tergabung dalam Kementerian Keuangan RI melaporkan jumlah nilai premi asuransi barang milik negara (BMN) telah mencapai Rp49,2 miliar hingga Agustus 2021. Nilai pertanggungan asuransi BMN sendiri sudah mencapai Rp32,4 triliun.
Direktur Barang Milik Negara, Encep Sudarwan mengungkapkan nilai BMN terus meningkat setiap tahunnya. Untuk itu, pihaknya terus mendorong setiap Kementerian/Lembaga (K/L) untuk mengasuransikan aset-asetnya yang masuk dalam BMN. Hingga saat ini, sudah ada 51 dari 84 Kementerian/ Lembaga Pemerintahan yang sudah mengasuransikan asetnya.
“Ayo, K/L kita asuransikan. Mungkin tidak harus semua dulu, bangunan-bangunan strategis dan utama dulu. Ini yang harus kita lindungi karena untuk memulai berasuransi tidak gampang. Sekarang sudah 51 yang implementasi, kita bisa kejar sisanya hingga akhir tahun,” ujar Encep pada paparan virtualnya, 10 September 2021.
Selain mengejar K/L untuk berasuransi, Encep dan jajarannya berencana akan terus memperluas cakupan obyek asuransi. Hingga saat ini, aset-aset yang diasuransikan mencakup bangunan kantor, bangunan kesehatan, dan bangunan pendidikan. Adapun total nilai objek tersebut mencapai Rp187,6 triliun.
Kemudian, Direktorat Barang Milik Negara juga berencana untuk mengintegrasikan pooling fund dana bencana sebagai sumber pendanaan Asuransi BMN. Hal ini dicanangkan dengan terbitnya Peraturan Presiden Nomor 75 Tahun 2021 (Perpres 75/2021) tentang Dana Bersama Penanggulangan Bencana. (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting Permata Bank membagikan dividen Rp1,266 triliun atau Rp35 per saham dari laba 2025.… Read More
Poin Penting Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menilai BI masih menggunakan pendekatan konvensional… Read More
Poin Penting PT Bank Mandiri (Persero) Tbk akan mengadakan RUPST tahun buku 2025 pada 29… Read More
Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan membuka rekrutmen CPNS untuk 300 lulusan SMA/sederajat… Read More
Poin Penting Rupiah ditutup melemah 70 poin (0,41 persen) ke Rp17.105 per dolar AS, menjadi… Read More
Poin Penting CIMB memperluas layanan wealth untuk menangkap pertumbuhan segmen affluent di ASEAN. Strategi ini… Read More