Jakarta – Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) Asmawi Syam menangapi penurunan saham BRI pada perdagangan kemarin sebesar 5,8% merupakan hal yang wajar.
Pasalnya perdagangan kemarin tidak hanya saham BRI yang turun. Penurunan juga terjadi pada saham-saham unggulan lain.
“Memang harga saham BBRI kemarin mengalami penurunan. Tapi menurut saya itu hal yang wajar, dan harga saham perbankan lainnya juga melemah,” kata Asmawi di Jakarta, Selasa, 15 November 2015. (Baca juga : Ini Beberapa Emiten Yang Menyebabkan IHSG Jatuh)
Asmawi menyakinkan, kalau penurunan saham BRI bukan karena ada sentimen negatif dari internal perusahaan, tapi lebih dari efek sentimmen negatif luar negeri. (Selanjutnya : Pelemahan indeks menyebabkan penurunan saham sejumlah emiten)
Diketahui, penurunan harga saham beberapa emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) mendorong pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) beberapa hari terakhir.
“Kalau dalam negeri, kondisi perekonomian kita pasca tax amnesty pertama bagus sekali bahkan saham – saham kita sempet naik. Kemarin juga saya bertemu dengan investor di London, kalau mereka mengatakan sangat positif melihat program tax amnesty yang diterapkan Indonesia,” ungkapnya.
Dengan terjadinya gejolak pasar seperti saat ini, menurut Asmawi, maka kedepannya akan terbentuk kestabilan harga baru. Pelaku pasar juga diminta tenang dan jangan berspekulasi, karena kebijakan dari Trump sendiri masih belum direalisasikan.
“Kita tunggu saja karena apa nanti akan terjadi yang namanya equilibrium baru. Akan terjadi lagi bahwa kita mendengar banyak informasi dari pemilihan presiden ini, rencana-rencana ini ada tapi kan belum direalisasikan,” pungkas Asmawi. (Baca juga : Aksi Jual Kembali Membuat IHSG Lengser)
Sekedar informasi saham BRI hari ini kembali turun Rp100 atau 0,90% ke Rp11.025. (*) Dwitya Putra




