Diketahui, penurunan harga saham beberapa emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) mendorong pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) beberapa hari terakhir.
“Kalau dalam negeri, kondisi perekonomian kita pasca tax amnesty pertama bagus sekali bahkan saham – saham kita sempet naik. Kemarin juga saya bertemu dengan investor di London, kalau mereka mengatakan sangat positif melihat program tax amnesty yang diterapkan Indonesia,” ungkapnya.
Dengan terjadinya gejolak pasar seperti saat ini, menurut Asmawi, maka kedepannya akan terbentuk kestabilan harga baru. Pelaku pasar juga diminta tenang dan jangan berspekulasi, karena kebijakan dari Trump sendiri masih belum direalisasikan.
“Kita tunggu saja karena apa nanti akan terjadi yang namanya equilibrium baru. Akan terjadi lagi bahwa kita mendengar banyak informasi dari pemilihan presiden ini, rencana-rencana ini ada tapi kan belum direalisasikan,” pungkas Asmawi. (Baca juga : Aksi Jual Kembali Membuat IHSG Lengser)
Sekedar informasi saham BRI hari ini kembali turun Rp100 atau 0,90% ke Rp11.025. (*) Dwitya Putra
Page: 1 2
Poin Penting OJK menyoroti indikasi proyek fiktif di fintech lending dan menegaskan praktik fraud akan… Read More
Poin Penting Risiko banjir dan bencana meningkat, mendorong pentingnya proteksi aset sejak dini melalui asuransi… Read More
Poin Penting OJK menargetkan aset asuransi tumbuh 5-7 persen pada 2026, seiring optimisme kinerja sektor… Read More
Poin Penting OJK memproyeksikan kredit perbankan 2026 tumbuh 10–12 persen, lebih tinggi dibanding target 2025… Read More
Poin Penting Kekerasan debt collector dan maraknya jual beli kendaraan STNK only menggerus kepercayaan publik,… Read More
Poin Penting OJK menegaskan peran penagihan penting menjaga stabilitas industri pembiayaan, namun wajib diatur rinci,… Read More