Diketahui, penurunan harga saham beberapa emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) mendorong pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) beberapa hari terakhir.
“Kalau dalam negeri, kondisi perekonomian kita pasca tax amnesty pertama bagus sekali bahkan saham – saham kita sempet naik. Kemarin juga saya bertemu dengan investor di London, kalau mereka mengatakan sangat positif melihat program tax amnesty yang diterapkan Indonesia,” ungkapnya.
Dengan terjadinya gejolak pasar seperti saat ini, menurut Asmawi, maka kedepannya akan terbentuk kestabilan harga baru. Pelaku pasar juga diminta tenang dan jangan berspekulasi, karena kebijakan dari Trump sendiri masih belum direalisasikan.
“Kita tunggu saja karena apa nanti akan terjadi yang namanya equilibrium baru. Akan terjadi lagi bahwa kita mendengar banyak informasi dari pemilihan presiden ini, rencana-rencana ini ada tapi kan belum direalisasikan,” pungkas Asmawi. (Baca juga : Aksi Jual Kembali Membuat IHSG Lengser)
Sekedar informasi saham BRI hari ini kembali turun Rp100 atau 0,90% ke Rp11.025. (*) Dwitya Putra
Page: 1 2
Poin Penting IHSG melonjak 4,42% ke level 7.279, dengan mayoritas saham (623) ditutup menguat. Seluruh… Read More
Poin Penting: Biaya haji 2026 terancam naik signifikan akibat kenaikan harga avtur, asuransi, dan tekanan… Read More
Poin Penting Ancaman siber makin kompleks dan canggih (APT, AI, eksploitasi mobile), berdampak pada operasional,… Read More
Poin Penting SIPF belum memiliki payung hukum kuat, karena belum diatur dalam undang-undang meski risiko… Read More
Poin Penting Konflik Timteng memicu risiko gangguan infrastruktur digital global, termasuk data center dan jaringan… Read More
Poin Penting Kebocoran data masih terjadi karena penggunaan banyak tools keamanan yang tidak terintegrasi (silo),… Read More