“Kita lihat sekarang kan dengan melihat peta Indonesia di Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) di sektor perdagangan, ini kan sebenarnya sudah hampir bisa. Ini kan efisiensi sektor perbankan, ini tentu banyak faktornya termasuk bagaimana kebutuhan untuk melakukan konsolidasi,” ucapnya.
Baca juga: Kala Bank Berlomba Mempertebal Pencadangan
Untuk merealisasikan konsolidasi bank BUMN, maka pemerintah harus bisa memfokuskan bank-bank tersebut dalam penyaluran kreditnya. Jadi, lanjut dia, mestinya pemerintah tidak lagi banyak pertentangan terkait dengan konsolidasi perbankan khususnya pada bank-bank BUMN yang sempat diwacanakan pemerintah.
Menurutnya, yang harus diutamakan untuk dikonsolidasi adalah Bank Mandiri dengan Bank BNI lantaran kedua bank BUMN memiliki fokus yang sama yakni pada pembiayaan di korporasi. Sedangkan dua bank BUMN lainnya yakni Bank BTN dan Bank BRI sudah memiliki fokus di segmen masing-masing, di mana BTN fokus ke pembiayaan rumah dan BRI ke ritel yang lebih pada pembiayaan UMKM. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Poin Penting Kekerasan debt collector dan maraknya jual beli kendaraan STNK only menggerus kepercayaan publik,… Read More
Poin Penting OJK menegaskan peran penagihan penting menjaga stabilitas industri pembiayaan, namun wajib diatur rinci,… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya sidak dua perusahaan baja di Tangerang yang diduga menghindari pembayaran PPN… Read More
Poin Penting Pembiayaan berkelanjutan Bank Mandiri mencapai Rp316 triliun pada 2025, tumbuh 8% yoy, terdiri… Read More
Poin Penting Aset industri pembiayaan 2025 terkontraksi 0,01 persen, dengan pertumbuhan piutang hanya 0,61 persen,… Read More
Poin Penting Kredit konsumen Bank Danamon tumbuh double digit di 2025, mencapai sekitar 12–15 persen,… Read More