Poin Penting
- Keris Presiden Prabowo Subianto, Indrakusuma, dipamerkan ke publik dalam event Starting Year Forum 2026 di St. Regis Kuningan, Jakarta
- Keris Indrakusuma berpamor Wos Wutah, yang melambangkan kemakmuran, rezeki berlimpah, dan keselamatan—selaras dengan visi Presiden Prabowo untuk mewujudkan kesejahteraan bangsa
- Pameran diikuti tokoh nasional dan pelaku industri keuangan, termasuk menteri, jenderal, kolonel, hingga bankir
Jakarta – Ini peristiwa langka di Jakarta. Ada puluhan keris. Juga senjata tua berpamor dan bertuah. “Kumpul” di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Yang bikin ngeri, di antara keris dan senjata tua itu, ada keris Presiden.
Itu terjadi di event “Starting Year Forum 2026”, di St. Regis Kuningan, Kamis, 22 Januari 2026. Di event yang digelar oleh Infobank Media Group itu keris Indrakusuma milik Presiden Prabowo Subianto “unjuk diri”.
Prabowo mengirim Keris Indrakusuma untuk diperkenalkan ke publik pada sesi “Exhibition – Showcasing Indonesia Art and Culture”.
Baca juga: Saat “Buto Ijo” Bupati Blora Bersanding dengan Keris Prabowo dan Purbaya
Keris Prabowo berpamor wos wutah (beras tumpah/basuta). Dengan motif laksana butiran beras tumpah, pamor tersebut melambangkan kemakmuran, rezeki berlimpah, dan keselamatan.
Ini sangat sesuai dengan visi Presiden Prabowo yang ingin membawa bangsa ini menuju kemakmuran dan kesejahteraan. Gemah ripah loh jinawi.
Keris Indrakusuma milik Prabowo tak “datang” sendiri. Dia “dikawal” dua keris jenderal: Keris Tilam Sari Gonjo Iras milik Mayjen TNI Endro Satoto, Kepala Lembaga Pengembangan Pertahanan Unhan, dan Keris Sabuk Inten milik Mayjen TNI Taufik Sobri, Staf Ahli Bidang Ideologi dan Politik BIN.
Keris Mayjen Endro berpamor Satriyo Kinayungan, berasal dari era Mataram dari era Senopaten/Sultan Agung atau HB (Hamengkubuwono). Keris ini sering dikaitkan dengan makna keseimbangan hidup, keharmonisan rumah tangga, dan kemuliaan.
Sementara, keris Mayjen Sobri berpamor Ngulit Semongko, berasal dari era Mataram Sepuh. Pamor Ngulit Semongko adalah salah satu motif pamor keris yang berbentuk garis-garis berlapis, menyerupai kulit buah semangka.
Secara filosofis, pamor ini melambangkan rezeki, kemakmuran, dan kesejahteraan bagi pemiliknya, sehingga dipercaya membawa keberuntungan dalam kehidupan.
Selain dua keris Mataram, keris Prabowo juga “dikawal” satu keris era Pradjadjaran milik Kolonel Pnb Erick Rofiq Nurdin. Keris Sumpono milik Kolonel Erick berpamor Toyo Tretes.
Tak hanya dikawal keris jenderal dan kolonel, keris Prabowo juga didampingi keris Pasopati milik Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa. Selain Pasopati, “Menteri Cowboy” itu juga mengirim keris Singabarong dan Kalamunyeng untuk dipamerkan.

Fadli Zon, Menteri Kebudayaan RI, juga tak mau kalah. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu mengirim dua keris koleksinya: Sapukala dan Candrakirana. Saking antusiasnya dengan acara ini, Fadli bahkan berkenan hadir membuka acara pameran tersebut.
“Keris-keris peninggalan ini adalah karya seni dan budaya adiluhung para leluhur bangsa ini. Kita harus melestarikannya,” ujar Fadli Zon saat membuka acara.
Baca juga: Warisan Robby Djohan: Dari Bankir-bankir Andal Sampai Keris-keris Bertuah
Selain keempat tokoh tersebut, tokoh nasional lain yang turut mengirimkan koleksi kerisnya adalah Fathan Subchi (anggota BPK RI) yang mengirim keris Pandawa Cinarito.
Praktisi-praktisi industri keuangan juga turut meramaikan acara ini dengan mengirim keris dan senjata kuno koleksinya. Antara lain, Jemmy Atmadja (Dirut Asuransi Maximus), Nicolaus Prawiro (Wadirut Asuransi Cakrawala Proteksi), Ismed Saputra (Dirut PIP), Arief Mulyadi (Dirut PNM), Abdul Bari (Plt. Dirut Jamkrindo), dan Hari Purnomo (Dirut Jamkrindo Syariah).
Bahkan, keris dan senjata kuno koleksi bankir lejen alm. Robby Djohan (Rodjo) turut dipamerkan. Keris dan senjata kuno milik Rodjo itu kini dirawat oleh putra-putrinya: Panji, Sandra, Wita, dan Irma. (*) DW










