Jakarta – Tenaga Ahli Menteri Kesehatan Bidang Penanganan Covid-19 Andani Eka Putra menilai, kualitas sumber daya manusia (SDM) Tenaga Kesehatan (Nakes) pada laboratorium untuk pemeriksaan tes polymerase chain reaction (PCR) Covid-19 di seluruh Indonesia masih harus terus ditingkatkan. Menurutnya, baik dari sisi jumlah maupun kualitas SDM khususnya di wilayah terpencil masih kurang.
“Jadi masalah besar adalah SDM kerjanya. Bagaimana SDM itu seharusnya dibangun karena tidak semua orang familiar bisa bekerja tes molekuler, khususnya RNA,” kata Andani melalui video conference di Jakarta, Selasa 16 Maret 2021.
Dirinya juga menjelaskan, pada pememeriksaan tes Covid-19 perlu dilakukan penelitian melalui ekstraksi asam ribonukleat atau RNA yang diperlukan dalam pengujian sampel rantai reaksi polimerase Covid-19.
Dirinya mengungkapkan, pengerjaan analisis RNA tersebut memiliki tingkat kesulitan tinggi. Dengan begitu diperlukan kualitas pemahaman SDM yang mempuni. Sementara itu dalam sebuah proses tes PCR Covid-19 menurutnya harus memiliki waktu yang ideal berkisar empat jam. Namun waktu tersebut bergantung pada panjangnya antrian setiap rumah sakit. (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting OJK menegaskan kebijakan pemrosesan data lintas batas dalam perjanjian dagang RI–AS harus tetap… Read More
Poin Penting Puncak arus balik Lebaran 2026 diprediksi terjadi pada 24, 28, dan 29 Maret,… Read More
Poin Penting PLN siagakan SPKLU untuk mudik Lebaran 2026: Infrastruktur pengisian kendaraan listrik diperkuat, termasuk… Read More
Oleh Mahendra Siregar, Pemerhati Geopolitik SAAT ini perang Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran memasuki minggu… Read More
Poin Penting Prabowo Subianto menyebut pemulihan pascabencana di Aceh Tamiang hampir 100 persen, dengan warga… Read More
Poin Penting Pelaku menggunakan perangkat ilegal untuk meniru menara BTS, sehingga bisa mengirim SMS phishing… Read More