Jakarta – Tenaga Ahli Menteri Kesehatan Bidang Penanganan Covid-19 Andani Eka Putra menilai, kualitas sumber daya manusia (SDM) Tenaga Kesehatan (Nakes) pada laboratorium untuk pemeriksaan tes polymerase chain reaction (PCR) Covid-19 di seluruh Indonesia masih harus terus ditingkatkan. Menurutnya, baik dari sisi jumlah maupun kualitas SDM khususnya di wilayah terpencil masih kurang.
“Jadi masalah besar adalah SDM kerjanya. Bagaimana SDM itu seharusnya dibangun karena tidak semua orang familiar bisa bekerja tes molekuler, khususnya RNA,” kata Andani melalui video conference di Jakarta, Selasa 16 Maret 2021.
Dirinya juga menjelaskan, pada pememeriksaan tes Covid-19 perlu dilakukan penelitian melalui ekstraksi asam ribonukleat atau RNA yang diperlukan dalam pengujian sampel rantai reaksi polimerase Covid-19.
Dirinya mengungkapkan, pengerjaan analisis RNA tersebut memiliki tingkat kesulitan tinggi. Dengan begitu diperlukan kualitas pemahaman SDM yang mempuni. Sementara itu dalam sebuah proses tes PCR Covid-19 menurutnya harus memiliki waktu yang ideal berkisar empat jam. Namun waktu tersebut bergantung pada panjangnya antrian setiap rumah sakit. (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting BEI menaikkan porsi saham free float dari 7,5 persen menjadi 15 persen, dengan… Read More
Poin Penting Thomas Djiwandono resmi dilantik sebagai Deputi Gubernur BI periode 2026–2031 oleh MA, menggantikan… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo menetapkan delapan hari cuti bersama ASN 2026, dengan cuti terbanyak pada… Read More
Poin Penting IHSG ditutup di 8.031,87, naik 1,22 persen dari 7.935,26, dengan 433 saham menguat,… Read More
Poin Penting BCA optimistis penyaluran KPR naik 6–7 persen pada 2026, didukung strategi layanan digital,… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa mengucapkan selamat kepada Thomas Djiwandono atas pelantikannya sebagai Deputi… Read More