Perbankan

Naik Tipis 2,91 Persen, Bank Jateng Kantongi Laba Bersih Rp1,03 T pada September 2025

Poin Penting

  • Laba bersih Bank Jateng mencapai Rp1,06 triliun per September 2025, tumbuh 2,91 persen yoy.
  • Penyaluran kredit naik tipis menjadi Rp59,45 triliun, sementara pembiayaan syariah tumbuh 11,84 persen.
  • Total aset naik menjadi Rp97,89 triliun, namun rasio kredit bermasalah (NPL) meningkat ke 4,06 persen.

Jakarta – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng) menorehkan laba bersih sebesar Rp1,06 triliun pada kuartal III 2025. Capaian tersebut meningkat tipis 2,91 persen year-on-year (yoy) ketimbang Rp1,03 triliun pada periode sama tahun sebelumnya.

Sepanjang sembilan bulan pertama 2025, Bank Jateng tercatat menyalurkan kredit sebesar Rp59,45 triliun, naik tipis 1,35 persen dari Rp58,66 triliun pada September 2024.

Sementara itu, pembiayaan syariah tercatat sebesar Rp4,25 triliun atau tumbuh 11,84 persen secara tahunan.

Baca juga: Laba Bersih Bank Jateng Melonjak Jadi Rp732,10 Miliar, Ini Penopangnya

Namun, kualitas aset nampaknya harus menjadi perhatian Bank Jateng dalam ekspansi kredit. Rasio kredit bermasalah (NPL) tercatat mengalami kenaikan dari 3,92 persen pada September 2024 menjadi 4,06 persen pada September 2025.

Di periode sama, dana pihak ketiga (DPK) mengalami kenaikan dari Rp74,17 triliun menjadi Rp80,27 triliun, atau tumbuh 8,22 persen. Struktur DPK tetap didominasi dana murah (CASA) dengan porsi 51,30 persen.

Dari realisasi kredit dan pembiayaan, per September 2025, Bank Jateng mengantongi pendapatan bunga sebesar Rp5,72 triliun, meningkat 7,12 persen secara tahunan. Pada periode sama, beban bunga tercatat sebesar Rp2,13 triliun, atau naik 16,39 persen.

Baca juga: Keren! Laba Bank Jateng Terbang 31,12 Persen per Maret 2025 jadi Rp350,94 Miliar

Dengan demikian, pendapatan bunga bersih yang dibukukan menjadi Rp3,59 triliun, naik tipis 2,28 persen dari Rp3,51 triliun pada periode sama tahun lalu.

Bank Jateng menutup kuartal III 2025 dengan total aset sebesar Rp97,89 triliun, atau tumbuh 8,64 persen ketimbang Rp90,10 triliun di kuartal III 2024. (*) Ari Astriawan

Yulian Saputra

Recent Posts

Rupiah Hari Ini (4/2) Dibuka Melemah ke Level Rp16.762 per USD

Poin Penting Rupiah melemah tipis pada awal perdagangan Rabu (4/2/2026), dibuka di level Rp16.762 per… Read More

10 mins ago

IHSG Berpeluang Menguat, Ini Katalis Penggeraknya

Poin Penting IHSG diprediksi bergerak variatif cenderung menguat dengan area support 7.715–7.920 dan resistance 8.325–8.530,… Read More

59 mins ago

Ini Plus Minus Implementasi Demutualisasi BEI

Poin Penting Rencana demutualisasi BEI yang ditargetkan rampung kuartal I 2026 dinilai terlalu agresif dan… Read More

11 hours ago

DPR Soroti Konten Sensasional Jadi Pintu Masuk Judi Online

Poin Penting DPR menilai konten digital berjudul sensasional menjadi pintu masuk masyarakat ke praktik judi… Read More

11 hours ago

Program Gentengisasi Prabowo, Menkeu Purbaya Proyeksi Anggaran Tak Sampai Rp1 T

Poin Penting Menkeu Purbaya memproyeksikan anggaran program gentengisasi sekitar Rp1 triliun, bersumber dari dana cadangan… Read More

12 hours ago

Fundamental Kokoh, Bank BPD Bali Catatkan Pertumbuhan Positif dan Rasio Keuangan Sehat

Poin Penting Bank BPD Bali mencatat laba bersih Rp1,10 triliun (tumbuh 25,39 persen yoy), aset… Read More

12 hours ago