Ekonomi dan Bisnis

Multichannel Financing Permudah UMKM Akses Kredit

Jakarta – Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) telah menjadi salah satu tulang punggung dari pertumbuhan perekonomian Indonesia, hal ini terlihat dari kontribusi UMKM terhadap produk domestik bruto (PDB) sebesar 61,07% atau senilai Rp8,57 di 2021.

Financial Planner, Bareyn Mochaddin, mengatakan, berdasarkan hal tersebut UMKM perlu dipermudah dalam proses pengajuan kredit, meskipun belum memiliki jaminan atau agunan. Karena, saat ini UMKM mampu mengajukan kredit melalui multichannel financing.

“UMKM kalau mau mengajukan kredit terus kemudian belum punya jaminan atau agunan misalnya kepada bank, itu tidak menjadi masalah dengan adanya multichannel financing, kenapa? UMKM bisa hanya bermodalkan purchasing order atau invoice,” ucap Bareyn dalam sebuah webinar di Jakarta, 22 Februari 2023.

Lebih lanjut, ia menjelaskan melalui purchasing order atau invoice tersebut dapat diajukan kepada bank dan nantinya bank akan memberikan pinjaman sesuai dengan yang dibutuhkan.

“Jadi UMKM tidak perlu menjaminkan asetnya karena mungkin belum ada, tidak perlu terlalu khawatir dengan pencatatan keuangan yang masih belum rapih karena adanya si invoice atau purchasing order itu jadi jalan yang sangat memudahkan,” imbuhnya.

Melalui hal tersebut, para UMKM dapat menggunakan dana pinjaman tersebut sebagai salah satu modal untuk mengembangkan bisnisnya dan tentunya tidak menjadi sebuah alasan bagi UMKM menolak tambahan pesanan yang diterimanya.

Adapun, multichannel financing juga memiliki kriteria bagi UMKM yang mengajukan kredit, salah satunya bank akan melakukan pengecekan atas perusahaan yang mengeluarkan purchasing order yang diajukan UMKM.

“Sehingga disini setidaknya ada lebih dari dua pihak yang terlibat dan kemudian pastikan itu semua punya track record yang baik, tentunya supaya skema ini bisa berjalan dengan baik,” ujar Bareyn. (*)

Editor: Rezkiana Nisaputra

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

Outlook Negatif dari Moody’s Jadi Alarm Keras untuk Kebijakan Prabowo

Poin Penting Penurunan outlook dari stabil ke negatif dinilai Celios sebagai peringatan terhadap arah kebijakan… Read More

16 mins ago

Danamon Pede AUM Tumbuh 20 Persen di 2026, Ini Pendorongnya

Poin Penting Danamon targetkan AUM wealth management tumbuh 20 persen pada 2026, melanjutkan capaian 2025… Read More

2 hours ago

Moody’s Pangkas Outlook Indonesia dari Stabil Jadi Negatif

Poin Penting Moody’s menurunkan outlook utang Indonesia dari stabil menjadi negatif, namun tetap mempertahankan peringkat… Read More

2 hours ago

Fundamental Solid, Bank Mandiri Perkuat Intermediasi dan Peran sebagai Mitra Strategis Pemerintah

Poin Penting Di tengah pertumbuhan ekonomi nasional 5,11 persen pada 2025, Bank Mandiri mencatatkan aset… Read More

3 hours ago

Masjid Istiqlal Jalin Sinergi dengan Forum Pemred

Forum Pemimpin Redaksi (Pemred) bersinergi dalam diskusi bertema "Peran Masjid Istiqlal di Era Transformasi Digital… Read More

3 hours ago

Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2026

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar pertemuan tahunan industri jasa keuangan yang digelar rutin untuk menyampaikan… Read More

4 hours ago