Ilustrasi: Gedung Bank Nagari. (Foto: istimewa)
Jakarta – PT BPD Sumatera Barat (Bank Nagari) resmi melakukan konversi dari bank konvesional menjadi bank syariah. Hal tersebut disetujui berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada akhir November 2019.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Barat Buya Gusrizal Gazahar dalam keterangan resminya menjelaskan, bahwa pihaknya sangat mendukung penuh proses hijrah Bank Nagari menjadi bank syariah.
“MUI Sumbar menyatakan rasa syukur dan terima kasih kepada Gubernur Sumbar, beserta seluruh bupati dan wali kota se-Sumatra Barat sebagai pemegang saham Bank Nagari, dan telah menyepakati keputusan konversi,” ujarnya Selasa, 3 Desember 2019.
Dirinya juga meminta kepada seluruh ulama dan umat Islam, khususnya di Sumatra Barat agar ikut mendukung upaya konversi bank daerah tersebut. “Mari kita dukung proses hijrah ini, semoga dengan lahirnya Bank Nagari Syariah, kita semakin memantapkan langkah untuk berjalan dalam kehidupan yang syar’i di segala bidang,” ucapnya.
Masuknya bank Nagari syariah menambah daftar bank yang memilih “hijrah” guna memenuhi ketentuan spin off UUS yang paling lambat di tahun 2023 sesuai UU no 21 tahun 2008 tentang perbankan syariah. Sebelumnya ada Bank Aceh Syariah pada 2016 Bank NTT Syariah yang konversi pada 2018 lalu.
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pembiayaan perbankan syariah per Agustus 2018 mencapai Rp333,71 triliun atau meningkat 12,46% secara tahunan (yoy). Sedangkan untuk dana pihaak ketiga (DPK) naik 13,05 % menjadi Rp382,97 triliun. Secara total aset BUS dan UUS mencapai 483,09 triliun (*)
BSN bersinergi dengan Forum Wartawan BSN menggelar kegiatan sosial bertajuk “Ramadan Berkah, Sinergi BSN dan… Read More
Program CSR mudik bersama ini diikuti oleh sekitar 400 peserta sebagai bentuk dukungan pemerintah dan… Read More
Poin Penting PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk tengah mengakselerasi transformasi besar-besaran di lini operasionalnya… Read More
Poin Penting PT Bank Aladin Syariah Tbk bekerja sama dengan financial planner Ayu Sara Herlia… Read More
Poin Penting Industri asuransi jiwa telah menyalurkan klaim sekitar Rp2,6 miliar kepada korban bencana di… Read More
Poin Penting AAJI mencatat industri asuransi jiwa mencatat total investasi Rp590,54 triliun pada 2025, naik… Read More