Jakarta – PT Bank Muamalat (Bank Muamalat) berkomitmen untuk melakukan transformasi agar dapat meningkatkan kinerja dan menjadi pemain utama (major player) di industri ekonomi syariah nasional. Adapun salah satu aspek yang masih menjadi hambatan hingga kini adalah aspek modernitas dan profesionalisme.
“Selama ini Bank Muamalat melakukan pendekatannya lebih kepada produk syariahnya saja. Sementara, dua hal lain yang sesungguhnya sangat diperlukan konsumen adalah bagaimana kita juga menyajikan modernitas dari produk-produk tersebut. Jadi, kita hanya lakukan pendekatan Islamic-nya saja, padahal ada dua sisi vital lainnya, yakni modern dan profesional,” ujar Direktur Utama Bank Muamalat Achmad Kusna Permana, dalam sebuah diskusi yang digelar Infobank bersama Bank Muamalat, Kamis, 20 Januari 2022.
Dirinya mengaku bahwa ’emotional attach’ yang selama ini banyak diandalkan oleh lembaga keuangan syariah tidak cukup dijadikan senjata pamungkas untuk memikat dan menjaga loyalitas konsumen terhadap layanan keuangan syariah.
“Yes bahwa mereka emotionally attached dengan produk islamic, tapi mereka juga butuh teknologi di dalamnya. Mereka butuh tampilan teknologi, butuh layanan dimana-mana, dan seterusnya. Itu yang sekarang kita lagi kembangkan juga,” tambah Achmad.
Dirinya percaya bila Bank Muamalat tampil dengan produk islamic yang dilengkapi dengan teknologi canggih dan pelayanan yang profesional, bukan tidak mungkin, pelayanan yang sempurna akan terwujud untuk para konsumen. (*) Steven Widjaja
Poin Penting Infobank bersama IBI, AAUI, dan APPI menggelar 8th Green Golf Tournament 2026 yang… Read More
Poin Penting LPEI membukukan laba bersih Rp252 miliar pada 2025, naik 8 persen yoy, ditopang… Read More
Poin Penting Transaksi ilegal global capai USD158 miliar pada 2025, naik 145 persen. OJK perkuat… Read More
Poin Penting IAI bentuk ISRF untuk memperkuat ekosistem dan standar pelaporan keberlanjutan Dipimpin Ignasius Jonan,… Read More
Poin Penting BI mencatat pangsa kredit UMKM terhadap total kredit perbankan turun menjadi 17,49% pada… Read More
Oleh Krisna Wijaya, Honorable Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan indonesia (LPPI) KEHADIRAN artificial intelligence (AI) sudah… Read More