MSCI Cabut Perlakuan Khusus, Saham BREN, CUAN, dan PTRO Melonjak

Jakarta – Morgan Stanley Capital Indonesia (MSCI) telah mengumumkan bahwa tiga saham yang terafiliasi oleh Prajogo Pangestu tidak akan lagi dikenakan perlakuan khusus atau exceptional treatment untuk review indeks Agustus 2025 dan seterusnya.

Ketiga saham tersebut adalah PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), dan PT Petrosea Tbk (PTRO).

Diketahui, keputusan tersebut menyusul batalnya wacana pemberlakukan mekanisme Unusual Market Activity (UMA) dan/atau Papan Pemantauan Khusus (FCA) dalam 12 bulan terakhir review MSCI.

Baca juga: Akselerasi Transformasi Hijau, MSCI Naikkan ESG Rating Bank Mandiri Menjadi Skor AA

Wacana tersebut dibatalkan setelah MSCI menerima masukan para pelaku pasar, yang menilai mekanisme tersebut terlalu ketat. Para pelaku pasar juga menyarankan agar penerapan peraturan terkait papan pemantauan khusus diselaraskan dengan praktik di pasar saham lain, seperti di Taiwan.

Oleh karena itu, sebagai gantinya, MSCI mengumumkan bahwa saham yang berada di papan FCA dalam periode empat bulan terakhir yakni, dari Price Cutoff Index Review sebelumnya hingga tiga hari kerja sebelum tanggal efektif Index Review terdekat tidak akan dimasukkan ke dalam indeks dan/atau dimigrasikan di antara Standard dan Small Cap.

Berdasarkan hal itu, ketiga saham tersebut hingga perdagangan siang hari ini, 14 Juli 2025, pukul 11:07 WIB kompak mengalami penguatan, dengan saham BREN menguat sebanyak 18,44 persen ke posisi Rp7.250 per saham.

Baca juga: Tak Masuk Indeks MSCI, Begini Gerak Saham BREN, CUAN, dan PTRO

Saham BREN juga sebelumnya sempat menyentuh harga tertingginya di level Rp7.300 per saham dari harga penutupan sebelumnya di posisi Rp6.100.

Kemudian, untuk saham CUAN juga mengalami pergerakan yang terus menguat sejak awal perdagangan hari ini dan sudah naik sebanyak 18,75 persen ke posisi Rp17.100 per saham dari harga penutupan sebelumnya di Rp14.400 per saham.

Adapun saham PTRO tercatat meningkat sebesar 15,67 persen ke level Rp3.700 per saham dari harga penutupan sebelumnya di posisi Rp3.190 per saham. (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

Kredit Macet, Bisnis Gagal atau Niat Jahat? OJK Harus Berada di Depan Bank

Oleh Eko B. Supriyanto, Chairman Infobank Media Group KREDIT macet dalam perbankan bukan sekadar angka… Read More

9 hours ago

KPK Mencari “Pepesan Kosong” Dana Non Budgeter-Iklan Bank BJB, Terus Berputar-putar “Dikaitkan” Ridwan Kamil-Aura Kasih

Oleh Tim Infobank DI sebuah ruang pemeriksaan di Mapolda Jawa Barat, udara tak hanya berdebu… Read More

9 hours ago

BSI Gandeng Kadin Dorong UMKM Naik Kelas

Poin Penting BSI menggandeng Kadin untuk mendorong UMKM lokal naik kelas melalui sinergi pembiayaan, pembinaan,… Read More

9 hours ago

Bos Danantara Bantah Isu Perombakan Direksi Himbara

Poin Penting CEO Danantara Rosan Roeslani menegaskan hingga saat ini tidak ada pembahasan terkait rencana… Read More

15 hours ago

Purbaya Yakin IHSG Senin Pekan Depan Dibuka Tanpa Gejolak

Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa meyakini pembukaan IHSG pekan depan tidak terganggu meski sejumlah… Read More

15 hours ago

OJK–BEI Siap Berunding dengan MSCI Senin (2/2), Transparansi Free Float Jadi Fokus

Poin Penting BEI dan OJK dijadwalkan bertemu MSCI secara daring pada 2 Februari 2026 untuk… Read More

15 hours ago