Poin Penting
- MPMX jalankan transplantasi terumbu karang di Pulau Messah, NTT.
- Program ini mendukung pelestarian laut sekaligus ekonomi masyarakat.
- Target awal penanaman 500 bibit terumbu karang.
Labuan Bajo — PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) memperkuat komitmen Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui program transplantasi terumbu karang di Desa Pasir Putih, Pulau Messah, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Program ini merupakan bagian dari inisiatif MPM Green Action 2026 yang berfokus pada pelestarian lingkungan sekaligus pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Terumbu karang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir. Selain menjadi habitat biota laut, ekosistem ini juga melindungi garis pantai dari abrasi serta mendukung sektor perikanan dan pariwisata bahari.
Di wilayah NTT yang dikenal dengan potensi wisata bahari, keberadaan terumbu karang menjadi faktor penting bagi keberlanjutan lingkungan sekaligus sumber penghidupan masyarakat pesisir.
Baca juga: Risiko Banjir Meningkat, MPMInsurance Perkuat Proteksi Aset
GM Corporate Communication & Sustainability MPMX, Natalia Lusnita, mengatakan program ini dirancang untuk memberikan dampak jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat.
“Kami menyadari bahwa keberlanjutan lingkungan memiliki keterkaitan erat dengan keberlanjutan sosial dan ekonomi masyarakat. Melalui program transplantasi terumbu karang ini, MPMX tidak hanya berupaya menjaga ekosistem laut, tetapi juga membuka peluang pengembangan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan,” ujar Natalia dalam keterangannya, Selasa, 21 April 2026.
Baca juga: MPMInsurance Perkuat Branding, Usung Tagline Baru yang Lebih Humanis
Program ini, lanjutnya, dirancang sebagai inisiatif jangka panjang agar dapat memberikan dampak yang lebih terukur dan berkelanjutan.
Inisiatif ini melanjutkan komitmen MPMX dalam pelestarian lingkungan di wilayah NTT.
“Sebelumnya pada 2022-2025, kami telah melakukan penanaman 100.000 mangrove di Desa Golo Sepang yang terintegrasi dengan program pemberdayaan masyarakat yaitu budi daya kepiting bakau dan pembinaan UMKM berbasis potensi lokal,” katanya.
“Keberhasilan program tersebut membuat kami melihat masih terdapat aspek lingkungan lain yang perlu mendapatkan perhatian, sekaligus memiliki potensi untuk dikembangkan dalam mendukung perekonomian masyarakat,” jelasnya.
“Kami percaya, kolaborasi dengan pemangku kepentingan, termasuk masyarakat lokal dan otoritas kawasan, menjadi kunci agar program ini dapat berjalan konsisten dan memberikan manfaat jangka panjang,” imbuhnya.
Kolaborasi dengan Taman Nasional Komodo
Pemilihan Pulau Messah sebagai lokasi program dilakukan berdasarkan rekomendasi dan koordinasi dengan Balai Taman Nasional Komodo.
Hasil kajian menunjukkan Pulau Messah merupakan salah satu lokasi prioritas yang mengalami kerusakan terumbu karang cukup signifikan. Kawasan ini juga berada di zona penyangga Taman Nasional Komodo yang berperan penting dalam menjaga ekosistem konservasi.
Program diawali dengan silaturahmi bersama pemerintah desa dan tokoh masyarakat, kemudian dilanjutkan edukasi kepada nelayan mengenai pentingnya pelestarian ekosistem laut.
Baca juga: Begini Strategi MPMRent Hadapi Persaingan Bisnis Sepanjang 2025
Selain itu, MPMX juga menggelar pelatihan pembuatan media coral nursery bagi kelompok sadar wisata (Pokdarwis).
Kegiatan ini bertujuan mengembangkan potensi wisata lokal, khususnya aktivitas penanaman baby coral, sekaligus memperkuat peran masyarakat dalam konservasi laut.
Dukungan Masyarakat dan Target Program
Kepala Desa Pasir Putih, Mustaming, menyampaikan apresiasi atas program tersebut dan menyatakan kesiapan masyarakat untuk berkolaborasi.
Menurutnya, pelestarian lingkungan yang terintegrasi dengan pengembangan ekonomi dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi kesejahteraan warga Pulau Messah.
Pada tahap awal, MPMX menargetkan penanaman 500 bibit terumbu karang menggunakan 20 unit spider frame sebagai media transplantasi.
Ke depan, program ini akan dikembangkan tidak hanya pada aspek lingkungan, tetapi juga melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal guna mendukung peningkatan ekonomi secara berkelanjutan.
Melalui inisiatif ini, MPMX berupaya menghadirkan dampak nyata bagi lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan. (*)








