Morgan Stanley dan HSBC Turunkan Rating Pasar Saham RI, Ini yang Bakal Dilakukan OJK

Jakarta – Morgan Stanley sebagai lembaga keuangan global diketahui telah menurunkan peringkat pasar saham Indonesia menjadi underweight. Kemudian, disusul oleh HSBC Holdings Plc yang mengubah status dari overweight menjadi netral.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi, mengatakan bahwa penurunan rating oleh Morgan Stanley tersebut dipengaruhi oleh faktor fiskal domestik. 

Sementara, untuk HSBC yang menurunkan dari overweight ke netral, berfokus terhadap tingkat suku bunga serta pelemahan nilai tukar domestik.

Baca juga: Melantai di Bursa, UBC Medical Indonesia Lepas 700 Juta Lembar Saham Baru

“Faktor-faktor tersebut diperkirakan akan mempengaruhi kinerja emiten yang listing di Bursa di Indonesia, misalnya berkaitan dengan cost of fund, utang dalam mata uang valas, pendapatan dan earning (profitabilitas),” ucap Inarno dalam keterangan tertulis dikutip, 10 Juli 2024.

Lalu, sehubungan dengan penurunan rating, OJK juga melakukan close monitoring terhadap potensi penurunan likuiditas di pasar dan rebalancing portofolio atas saham listing di Indonesia. Namun demikian berdasarkan data saat ini, Rata-Rata Nilai Transaksi Harian di bursa menunjukkan peningkatan dibanding posisi Mei 2024.

Baca juga: Ramai Influencer Saham Gagal Kelola Dana Rp71 M, Ini Sebabnya!

Inarno menambahkan bahwa, dalam hal ini OJK terus berkoordinasi baik dengan pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Bank Indonesia (BI), serta Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dalam rangka menjaga stabilitas ekonomi.

“Sehingga tetap resilient dan dapat tetap bertumbuh, serta dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama harapannya ada perubahan rating dari Morgan Stanley dan HSBC ke level yang lebih baik,” imbuhnya. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

BTN Beberkan Tiga Pilar Transformasi Layanan, Apa Saja?

Poin Penting PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk tengah mengakselerasi transformasi besar-besaran di lini operasionalnya… Read More

1 hour ago

Jangan Sampai Boncos, Perencana Keuangan Ungkap 3 Prinsip Utama Kelola THR

Poin Penting PT Bank Aladin Syariah Tbk bekerja sama dengan financial planner Ayu Sara Herlia… Read More

6 hours ago

Industri Asuransi Jiwa Sudah Bayar Klaim Korban Bencana Sumatra Rp2,6 Miliar

Poin Penting Industri asuransi jiwa telah menyalurkan klaim sekitar Rp2,6 miliar kepada korban bencana di… Read More

10 hours ago

Investasi Asuransi Jiwa Tembus Rp590,54 Triliun, Mayoritas Parkir di SBN

Poin Penting AAJI mencatat industri asuransi jiwa mencatat total investasi Rp590,54 triliun pada 2025, naik… Read More

10 hours ago

Rosan Dapat Pesan Khusus Prabowo soal Pengembangan Ekonomi Syariah

Poin Penting Presiden Prabowo Subianto menekankan ekonomi syariah harus dirasakan manfaatnya langsung oleh masyarakat. Rosan… Read More

10 hours ago

Klaim Asuransi Kesehatan Naik 9,1 Persen Jadi Rp26,74 Triliun Sepanjang 2025

Poin Penting Klaim asuransi kesehatan naik 9,1 persen pada 2025, mencapai Rp26,74 triliun, mencerminkan meningkatnya… Read More

10 hours ago