News Update

Moody’s Turunkan Outlook Perbankan, BTN Tegaskan Fundamental Tetap Kuat

Poin Penting

  • BTN menegaskan posisi perseroan masih berada di level investment grade, dengan permodalan, likuiditas, dan kualitas aset yang terjaga
  • Penyaluran kredit dilakukan secara hati-hati dengan penguatan manajemen risiko untuk menjaga stabilitas kinerja serta kepercayaan pasar dan investor
  • Setelah outlook kredit Indonesia diturunkan menjadi negatif, Moody’s turut memangkas outlook lima bank besar dan tujuh perusahaan.

Jakarta – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menegaskan kondisi fundamental perseroan tetap solid dan berada pada level investment grade, meski Moody’s Ratings Agency menurunkan outlook kredit lima bank besar di Indonesia menjadi negatif.

“BTN tetap memiliki credit rating di level investment grade dengan fundamental keuangan yang tetap terjaga, baik dari sisi permodalan, likuiditas, maupun kualitas aset,” ujar Ramon Armando, Corporate Secretary BTN, dalam keterangannya, Senin, 9 Februari 2026.

Dalam menghadapi dinamika ekonomi global dan domestik, ia memastikan bahwa penyaluran kredit BTN akan tetap dilakukan secara selektif dan prudent, dengan mengedepankan pengelolaan risiko yang disiplin guna menjaga stabilitas kinerja serta kepercayaan pasar dan investor.

Baca juga: Moody’s Pangkas Outlook Indonesia dari Stabil Jadi Negatif

Kata Ramon, BTN juga berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas kredit melalui penerapan manajemen risiko yang ketat serta penguatan proses bisnis yang lebih cermat, terukur, dan disiplin.

Selain itu, BTN mengapresiasi langkah pemerintah dan regulator dalam memberikan dukungan terhadap industri perbankan nasional melalui berbagai stimulus fiskal dan moneter.

“Hal ini dinilai berperan penting dalam menjaga stabilitas sistem keuangan serta mengoptimalkan fungsi intermediasi perbankan guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih sehat ke depan,” pungkasnya.

Moody’s Turunkan Outlook RI

Sebelumnya, lembaga pemeringkat, Moody’s Ratings telah menurunkan outlook kredit sovereign (Indonesia) dari stabil menjadi negatif pada 5 Februari 2026.  

Baca juga: Indonesia Bak “Macan Pincang”: Ekonomi Tumbuh 5,39 Persen, tapi Moody’s “Menampar” dengan Rating Negatif

Hal ini juga diikuti penurunan outlook oleh Moody’s dari stabil menjadi negatif pada 6 Februari 2026 untuk lima bank besar di Indonesia, serta tujuh perusahaan non keuangan dari stabil menjadi negatif seiring dengan penurunan outlook sovereign outlook tersebut

Meski begitu, Moody’s dapat kembali mengembalikan outlook kredit perusahaan-perusahaan tersebut menjadi stabil, jika prospek sovereign credit Indonesia kembali stabil serta kondisi perusahaan secara umum tidak berubah. (*)

Editor: Galih Pratama

Muhamad Ibrahim

Recent Posts

Deretan Emiten Big Caps dengan Free Float di Bawah 15 Persen, Ada Siapa Saja?

Poin Penting BEI menaikkan porsi saham free float dari 7,5 persen menjadi 15 persen, dengan… Read More

1 hour ago

Thomas Resmi Jadi DG BI, Wamenkeu Suahasil dan Juda Harap Kolaborasi Makin Erat

Poin Penting Thomas Djiwandono resmi dilantik sebagai Deputi Gubernur BI periode 2026–2031 oleh MA, menggantikan… Read More

1 hour ago

Jadwal Cuti Bersama 2026 Ditetapkan, Ini Rangkaian Long Weekend dan Libur Lebaran

Poin Penting Presiden Prabowo menetapkan delapan hari cuti bersama ASN 2026, dengan cuti terbanyak pada… Read More

1 hour ago

IHSG Ditutup Melesat 1,22 Persen ke Posisi 8.031

Poin Penting IHSG ditutup di 8.031,87, naik 1,22 persen dari 7.935,26, dengan 433 saham menguat,… Read More

2 hours ago

BCA Pede Penyaluran KPR Tumbuh 7 Persen di 2026, Begini Strateginya

Poin Penting BCA optimistis penyaluran KPR naik 6–7 persen pada 2026, didukung strategi layanan digital,… Read More

2 hours ago

Thomas Dilantik Jadi DG BI, Purbaya: Nggak Perlu Kasih Wejangan, Udah Jago

Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa mengucapkan selamat kepada Thomas Djiwandono atas pelantikannya sebagai Deputi… Read More

2 hours ago