Jakarta – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) kembali merayakan Hari Pelanggan Nasional (HPN) 2025 pada 4 September 2025. BCA jadikan momentum tersebut untuk terus memenuhi berbagai kebutuhan finansial nasabah.
Presiden Direktur BCA Hendra Lembong mengatakan, secara konsisten pihaknya mengembangkan beragam customer touch points dalam melayani kebutuhan nasabah di berbagai segmen. Nasabah memiliki fleksibilitas untuk menggunakan kanal online, baik dari aplikasi mobile banking maupun internet banking, serta kanal tradisional lainnya seperti kantor cabang dan ATM/CRM (Cash Recycling Machines).
“Beragam kanal tersebut didukung oleh integrated contact center bernama Halo BCA. Layanan terintegrasi Halo BCA mencakup aplikasi chatting WhatsApp, platform media sosial, dan aplikasi haloBCA,” jelas Hendra dikutip 6 September 2025.
Khusus di kanal digital, kata Hendra, aplikasi myBCA dan BCA mobile menjadi menjadi lini terdepan solusi mobile banking BCA. Hingga Juni 2025, transaksi mobile dan internet banking BCA tumbuh 19 persen year on year (yoy).
Baca juga: Pasca Demo di Jakarta, BCA Pastikan Layanan Kantor Cabang Berjalan Normal
Aplikasi myBCA juga terus dilengkapi dengan fitur-fitur baru pada tahun ini, mulai dari fitur QRIS TAP, Investment Goals, transfer outgoing remittance dengan sumber dana di Poket Valas, pembukaan rekening online menggunakan nomor handphone luar negeri, integrasi portofolio saham dan obligasi BCA Sekuritas, hingga penambahan mata uang asing pada fitur Poket Valas.
Sementara di sisi offline, lanjut Hendra, di tengah perkembangan teknologi, BCA terus berupaya menghadirkan layanan yang optimal melalui 1.264 kantor cabang di Indonesia. Dari jumlah tersebut, lebih dari 80 persen di antaranya telah menerapkan inovasi perangkat dan aplikasi pendukung digital.
“BCA juga telah melakukan peremajaan sejumlah mesin ATM konvensional menjadi CRM, sehingga nasabah dapat melakukan setor maupun tarik tunai sesuai kebutuhan. Hingga Agustus 2025, BCA memiliki 19.961 ATM yang tersebar di penjuru Indonesia, dan sekitar 75 persen dari total ATM tersebut merupakan CRM,” jelas Hendra.
Baca juga: BCA Terapkan Otomasi 90 Persen Sistem untuk Lawan Serangan Siber
Menurut Hendra, kombinasi layanan digital dan fisik ini turut mendorong peningkatan jumlah rekening nasabah menjadi lebih dari 42 juta per Juni 2025. Total frekuensi transaksi yang diproses BCA juga tumbuh 17 persen yoy pada semester I 2025 atau tumbuh 3,5 kali lipat dalam 5 tahun terakhir.
“Pada puncaknya, frekuensi transaksi yang diproses BCA bisa mencapai sekitar 200 juta per hari, Di saat bersamaan, kami juga melakukan penguatan keamanan yang terus diperbarui sesuai perkembangan lanskap siber,” tambah Hendra. (*)
Poin Penting Asosiasi Asuransi Umum Indonesia mencatat premi asuransi umum 2025 hanya naik 4,8% menjadi… Read More
Poin Penting Klaim dibayar asuransi umum 2025 naik 4,1 persen menjadi Rp48,96 miliar; lonjakan tertinggi… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo Subianto menegaskan dukungan Indonesia terhadap perdamaian berkelanjutan di Palestina dengan solusi… Read More
Poin Penting IHSG ditutup turun 0,03 persen ke 8.271,76. Sebanyak 381 saham terkoreksi, 267 menguat,… Read More
Poin Penting Pendapatan premi asuransi umum sepanjang 2025 naik 4,8% menjadi Rp112,81 miliar. Lini dengan… Read More
Poin Penting Permata Institute for Economic Research (PIER) memproyeksikan kredit perbankan tumbuh sekitar 10 persen… Read More