Dalam menjalankan bisnisnya, Crowde mengadopsi sistem bagi hasil yang dimiliki dengan skema syariah. Menurut Yohanes skema ini mendukung sistem kerja Crowde, selain itu skema syariah pasarnya masih sangat luas.
“Sistem bagi hasil adalah solusi bagi petani maupun investor, karena selain tidak merugikan petani, juga menumbuhkan rasa kepemilikan bagi investor. Dengan skema investasi ini, investor dapat meraih keuntungan hingga 30 persen setiap 3 bulan,” jelasnya.
Saat ini total nasabah Crowde mencapai seribu orang dengan dana terkumpul mencapai Rp3 miliar dan lebih dari 350 petani.
Perkembangan bisnis startup ini terbilang cukup cepat, dengan lonjakan investor dadri 100 orang pada Januari menjadi 1.000 nasabah pada pertengahan Mei.
Tahun ini Crowde menargetkan 5 ribu orang nasabah dan seribu petani. “Yang kita ukur itu semakin banyak yang terdampak semakin bagus bukan dari jumlah investasi,” kata Yohanes. (*) Akhmad Dhani
Page: 1 2
Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pengeluaran riil rata-rata per kapita masyarakat Indonesia sebesar Rp12,34 juta… Read More
Jakarta - Bank DBS Indonesia mencatatkan penurunan laba di September 2024 (triwulan III 2024). Laba… Read More
Jakarta - Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Jumat, 15 November 2024,… Read More
Jakarta — Bank Indonesia (BI) dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) mencatat, penggunaan QRIS di Jawa Tengah… Read More
Jakarta – Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada hari ini, 15 November 2024, masih ditutup… Read More
Jakarta - PT Prudential Life Assurance atau Prudential Indonesia mencatat kinerja positif sepanjang kuartal III-2024.… Read More