Dalam menjalankan bisnisnya, Crowde mengadopsi sistem bagi hasil yang dimiliki dengan skema syariah. Menurut Yohanes skema ini mendukung sistem kerja Crowde, selain itu skema syariah pasarnya masih sangat luas.
“Sistem bagi hasil adalah solusi bagi petani maupun investor, karena selain tidak merugikan petani, juga menumbuhkan rasa kepemilikan bagi investor. Dengan skema investasi ini, investor dapat meraih keuntungan hingga 30 persen setiap 3 bulan,” jelasnya.
Saat ini total nasabah Crowde mencapai seribu orang dengan dana terkumpul mencapai Rp3 miliar dan lebih dari 350 petani.
Perkembangan bisnis startup ini terbilang cukup cepat, dengan lonjakan investor dadri 100 orang pada Januari menjadi 1.000 nasabah pada pertengahan Mei.
Tahun ini Crowde menargetkan 5 ribu orang nasabah dan seribu petani. “Yang kita ukur itu semakin banyak yang terdampak semakin bagus bukan dari jumlah investasi,” kata Yohanes. (*) Akhmad Dhani
Page: 1 2
Poin Penting Harga emas di Pegadaian kompak naik pada 8 April 2026, melanjutkan rebound setelah… Read More
Poin Penting IHSG dibuka naik 2,49 persen ke level 7.144,38 dari 6.971,02 pada awal perdagangan… Read More
Poin Penting Rupiah menguat 0,72 persen ke Rp16.981 per dolar AS pada pembukaan perdagangan, dari… Read More
Poin Penting IHSG diproyeksi masih konsolidasi di kisaran 6.900–7.100, didukung sinyal teknikal (Stochastic RSI mendekati… Read More
Poin Penting Bayi baru lahir belum otomatis menjadi peserta JKN, tetap harus didaftarkan. BPJS masih… Read More
Poin Penting Permata Bank membagikan dividen Rp1,266 triliun atau Rp35 per saham dari laba 2025.… Read More