Jakarta – PT Asuransi BRI Life atau BRI Life mengatur ulang strategi investasinya untuk menghadapi ketidakpastian pasar modal Indonesia, terutama kondisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menunjukkan tren pelemahan sejak awal 2024.
Kepala Divisi Perencanaan Strategis BRI Life, Muhamad Fathonny Kusmadi, mengakui bahwa pihaknya sudah mempertimbangkan kondisi pasar yang tidak stabil sejak penyusunan rencana bisnis 2025.
Hal ini terlihat dari langkah strategis perusahaan untuk menjaga eksposur pada produk unit link tetap minimal, serta mengalihkan fokus investasi ke instrumen yang lebih konservatif.
“Memang betul ya, kondisinya memang lagi gak stabil. Kita dalam menyusun rencana bisnis 2025, kita sudah consider hal tersebut. Terbukti di Q1, kita lihat di IHSG juga anjlok,” ujar pria yang akrab disapa Onny ini, di Jakarta, Kamis (15/5).
Baca juga: Strategi Manajemen Risiko BRI di Tengah Dinamika Ekonomi Global
Dalam menghadapi volatilitas pasar tersebut, BRI Life memilih untuk mengonsentrasikan portofolionya ke produk tradisional.
“Beberapa di industri teman-teman juga memang struggle unit link karena nilai investasinya hancur, semua jatuh. Jadi, kami mencoba untuk menjaga portofolio unit link kami tetap di bawah 10 persen di tahun ini,” jelas Onny.
Saat ini, sekitar 80 persen dari portofolio BRI Life ditempatkan pada produk tradisional, sedangkan unit link dijaga pada kisaran maksimal 10–15 persen. Langkah ini diambil untuk meminimalkan risiko yang bersumber dari ketidakpastian pasar saham dan instrumen investasi berbasis ekuitas lainnya.
Dari sisi investasi, Onny mengungkapkan bahwa kontraksi pada aset dan investasi juga sempat terjadi pada 2024. Oleh karena itu, pihaknya melakukan langkah mitigasi dengan melakukan realokasi portofolio.
Baca juga: BRI Life dan PNM Kolaborasi Dorong Ketahanan Ekonomi Nasabah Ultra Mikro
“Kami mitigasi risikonya dari sejak tahun lalu itu dengan pemilihan portofolio di aset-aset yang lebih berbeda. Contohnya sekarang banyak kami tempatkan di obligasi korporasi dengan standar minimal single A dan juga kami taruh di surat utang negara,” ujarnya.
Langkah ini selaras dengan arahan pemegang saham, terutama mengingat BRI Life merupakan bagian dari ekosistem BRI.
“Itu portofolio jadi kami lebih manage dan sejalan juga dengan arahan dari pemegang saham dan mayoritas kami di BRI,” imbuhnya. (*) Alfi Salima Puteri
Poin Penting Tugure menyalurkan 300 paket sembako melalui program Bakti Sosial Ramadhan 1447 H. Seluruh… Read More
Poin Penting Rupiah melemah di pembukaan perdagangan ke level Rp16.971 per dolar AS, turun 0,08… Read More
Poin Penting Harga emas Galeri24 dan UBS di Pegadaian stagnan pada 16 Maret 2026. Harga… Read More
Poin Penting IHSG dibuka melemah 0,54 persen ke level 7.098 pada awal perdagangan Senin (16/3).… Read More
Poin Penting IHSG diprediksi melanjutkan pelemahan dengan level support 6.865–7.000 dan resistance 7.275–7.410. Sentimen negatif… Read More
Oleh Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank Media Group MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa minggu… Read More