Poin Penting
- Sustainability Bond Tahap II Bank BJB mencatat permintaan investor Rp932,4 miliar saat bookbuilding.
- Kupon & rating: Ditawarkan dua seri dengan kupon hingga 6,30 persen dan berperingkat idAA dari Pemeringkat Efek Indonesia.
- Dana obligasi digunakan membiayai proyek lingkungan dan sosial sesuai aturan Otoritas Jasa Keuangan.
Jakarta – Minat investor terhadap penerbitan Sustainability Bond Tahap II yang diterbitkan oleh Bank BJB menunjukkan respons positif dari pasar. Hingga akhir masa penawaran awal, permintaan investor terhadap obligasi berkelanjutan tersebut telah mencapai Rp932,4 miliar.
Instrumen ini merupakan bagian dari program Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) sustainability bond Bank BJB dengan target penghimpunan dana hingga Rp2 triliun.
Obligasi tersebut ditawarkan kepada investor sebagai alternatif investasi yang tidak hanya memberikan imbal hasil kompetitif, tetapi juga mendukung pembiayaan berkelanjutan di Indonesia.
Dikutip laman resmi bank bjb, Senin (9/3), dalam masa bookbuilding yang berlangsung pada 13 Februari hingga 2 Maret 2026, obligasi ini ditawarkan dalam dua seri.
Di antaranya seri A memiliki tenor tiga tahun dengan kisaran kupon indikatif 5,45 persen–6,05 persen. Sementara Seri B memiliki tenor lima tahun dengan kupon indikatif 5,70 persen–6,30 persen.
Baca juga: Bank BJB Buka Layanan Operasional Terbatas dan Weekend Banking Jelang Lebaran
Permintaan yang cukup kuat ini melanjutkan capaian penerbitan tahap pertama pada 2024. Saat itu, sustainability bond Bank BJB senilai Rp1 triliun mengalami kelebihan permintaan (oversubscribe) hingga 4,66 kali dari target awal.
“Dari sisi kualitas kredit, obligasi ini memperoleh peringkat idAA dari Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), yang mencerminkan kemampuan perusahaan yang sangat kuat dalam memenuhi kewajiban keuangan jangka panjang,” tulis keterangan manajemen Bank BJB.
Selain itu, kerangka kerja sustainability bond Bank BJB juga memperoleh penilaian “Ramah Lingkungan/Berkelanjutan” dari SDGs Hub Universitas Indonesia sebagai lembaga penilai independen.
Untuk mendukung penerbitan obligasi tersebut, Bank BJB menunjuk lima penjamin emisi efek, yakni Mandiri Sekuritas, Indo Premier Sekuritas, Mega Capital Sekuritas, BRI Danareksa Sekuritas, serta Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk.
“Obligasi ini selanjutnya akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia sehingga dapat diperdagangkan di pasar sekunder,” jelasnya.
Adapun, seluruh dana yang dihimpun dari penerbitan obligasi ini akan digunakan untuk pembiayaan baru maupun refinancing proyek yang masuk dalam kategori Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL) dan Kegiatan Usaha Berwawasan Sosial (KUBS), sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan melalui POJK Nomor 18 Tahun 2023 tentang penerbitan efek utang berlandaskan keberlanjutan.
Baca juga: Bank BJB Tawarkan Obligasi Keberlanjutan Tahap II 2026, Kupon hingga 6,30 Persen
Portofolio Pembiayaan Berkelanjutan
Sejalan dengan itu, Bank BJB juga terus memperkuat portofolio pembiayaan berkelanjutan. Hingga Desember 2025, nilai sustainable portfolio perseroan tercatat mencapai Rp14,3 triliun yang disalurkan ke berbagai sektor, termasuk kegiatan usaha berwawasan lingkungan, pembiayaan UMKM, serta sektor sosial.
Di sisi operasional, Bank BJB juga memperkuat komitmen keberlanjutan melalui pengelolaan emisi gas rumah kaca sebagai bagian dari upaya menuju target Net Zero Emission.
Perseroan turut berpartisipasi dalam perdagangan karbon di Bursa Karbon Indonesia dengan membeli unit karbon SPE-GRK sebagai bagian dari strategi mitigasi emisi.
Selain itu, Bank BJB juga menjadi salah satu bank yang mengikuti fase pertama pelaksanaan Climate Risk Stress Test (CRST) guna mengintegrasikan risiko perubahan iklim ke dalam manajemen risiko perusahaan.
Melalui pengembangan pembiayaan berkelanjutan dan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), Bank BJB menargetkan pertumbuhan bisnis yang sejalan dengan pembangunan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan. (*)
Editor: Galih Pratama










