Metrodata Electronics (MTDL) Optimistis Tutup Tahun dengan Kinerja Moncer, Ini Alasannya

Jakarta – PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) optimistis kondisi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di kuartal IV-2024 ini akan semakin membaik, didukung oleh peningkatan signifikan pada investasi di sektor kecerdasan buatan (AI) yang terus berkembang.

Sebagai perusahaan terkemuka di bidang TIK, MTDL telah mengimplementasikan solusi AI pada lebih dari 100 use cases di berbagai sektor seperti ritel, industri susu, barang konsumsi cepat saji (FMCG), dan jasa keuangan di Indonesia.

Presiden Direktur MTDL, Susanto Djaja, menjelaskan bahwa MTDL telah mempersiapkan diri untuk memanfaatkan peluang dari lonjakan investasi AI, dikarenakan sejak 10 tahun terakhir Perseroan telah mengembangkan solusi Big Data yang menjadi basis pengembangan AI.

Peningkatan Pendapatan Unit Bisnis Solusi dan Konsultasi

Pada kuartal III-2024, pendapatan unit bisnis Solusi dan Konsultasi meningkat 9 persen dibandingkan kuartal sebelumya. Hal ini seiring dengan pertumbuhan permintaan pada solusi bisnis, aplikasi, cloud, teknologi AI, dan keamanan siber

“Peningkatan pendapatan tersebut menunjukkan mulai kembalinya belanja teknologi informasi dari korporasi di Indonesia secara bertahap. Sementara peningkatan pemesanan (order booking) untuk delapan Pilar Solusi Digital mencapai 33 persen YoY di Januari-September 2024,” ucap Susanto dalam keterangan resmi dikutip, Kamis, 28 November 2024.

Baca juga: Metrodata Electronics (MTDL) Bukukan Laba Bersih Rp272,2 M di Semester I-2023

Sementara, pada unit bisnis Distribusi, segmen consumer menunjukkan peningkatan yang solid dengan pertumbuhan pendapatan sebesar 47 persen qoq pada kuartal III-2024.

Segmen ini tetap menjadi kontributor terbesar terhadap pendapatan Perseroan, dengan kontribusi mencapai 40 persen dari total pendapatan pada September 2024. 

Sehingga, secara keseluruhan, unit bisnis distribusi tumbuh sebesar 18 persen yoy di Januari-September 2024, terutama didukung oleh pertumbuhan segmen telco/smartphone yang mengalami peningkatan pendapatan sebesar 98 persen yoy.

“Oleh karenanya, pendapatan MTDL meningkat 14 persen yoy menjadi Rp17 triliun. Pemulihan di sektor korporat dan distribusi komersial telah menjadi pendorong pertumbuhan pendapatan ini,” imbuhnya.

Baca juga: Pramono-Rano Deklarasikan Kemenangan Pilkada Jakarta 2024, Klaim Raih 50,07 Persen Suara

Adapun dalam mengantisipasi pertumbuhan di industri TIK khususnya pada unit bisnis distribusi, MTDL sedang mengerjakan proyek peningkatkan kapasitas central warehouse Perseroan yang terletak di Cibitung, Jawa Barat. 

Proyek dengan perkiraan anggaran sebesar Rp120 miliar ini direncanakan akan selesai pada Februari 2025, di mana proyek tersebut disebabkan oleh tingkat penggunaan gudang MTDL yang telah mencapai 80 persen dari kapasitas maksimum.

Selain kegiatan perluasan gudang tersebut, MTDL juga secara resmi memulai usaha patungan (JV) dengan FPT-IS. Pada usaha patungan yang diberi nama PT FPT Metrodata Indonesia (FMI) ini, MTDL memegang 60 persen saham. 

Baca juga: MTDL Optimis Raih Target Penjualan 2022 Bertumbuh Double Digit

FMI yang rencananya akan mulai beroperasi pada awal 2025 ini akan menawarkan layanan dalam bidang keamanan siber, solusi AI, dan pengembangan perangkat lunak. (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

CIMB Niaga Raih Penghargaan Most Trusted Financial Brand Awards 2026

Pada ajang tersebut, CIMB Niaga meraih tiga penghargaan, masing-masing pada kategori Produk Wealth Management untuk… Read More

2 hours ago

Konsistensi Fundamental, Tugu Insurance Catat Laba Rp711 Miliar di 2025

Poin Penting Tugu Insurance mencatat laba Rp711,06 miliar di 2025, meningkat dari Rp401,57 miliar (restated).… Read More

5 hours ago

Melonjak 96 Persen, Transaksi di ICDX Tembus Rp12.477 T pada Kuartal I 2026

Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More

11 hours ago

OJK Buka Daftar Saham yang Dikuasai Segelintir Pihak ke Publik

Poin Penting OJK mulai membuka informasi saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholding concentration) di… Read More

11 hours ago

AAUI Beberkan Kendala Asuransi Umum Penuhi Kebutuhan Modal

Poin Penting AAUI menyebut industri kesulitan memenuhi modal minimum tahap I 2026. Minat pemegang saham… Read More

11 hours ago

KB Bank (BBKP) Balik Laba Rp66,59 Miliar di 2025, Ini Penopangnya

Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More

22 hours ago