Poin Penting
- Bukalapak membukukan pendapatan Rp2,37 triliun pada kuartal I 2026, tumbuh 63 persen yoy, dengan margin kontribusi naik menjadi Rp98 miliar
- Meski top line meningkat, perseroan berbalik rugi Rp423,50 miliar dari laba Rp111,75 miliar, akibat lonjakan beban pokok pendapatan yang naik signifikan menjadi Rp2,20 triliun
- Secara operasional mulai membaik, tercermin dari adjusted EBITDA yang positif Rp4 miliar, didorong efisiensi dan penguatan bisnis, serta kontribusi dari segmen gaming, Mitra, retail, dan investasi.
Jakarta – PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) mencatat pendapatan yang signifikan pada kuartal I 2026, mencapai Rp2,37 triliun atau tumbuh 63 persen secara tahunan (year on year/yoy) dari tahun sebelumnya Rp1,46 triliun. Kenaikan top line ini turut mendorong margin kontribusi menjadi Rp98 miliar.
Namun, di balik pertumbuhan pendapatan tersebut, kinerja laba Bukalapak justru berbalik arah. Bukalapak membukukan rugi bersih Rp423,50 miliar per Maret 2026, dari posisi laba bersih Rp111,75 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Rugi bersih berasal dari tekanan dari lonjakan beban pokok pendapatan yang meningkat tajam menjadi Rp2,20 triliun, dibandingkan Rp1,32 triliun pada kuartal I 2025. Kenaikan beban ini menggerus pertumbuhan pendapatan yang tercatat tinggi.
Baca juga: GOTO Cetak Laba Perdana Rp171 Miliar di Kuartal I 2026
Meski demikian, BUKA mulai menunjukkan perbaikan dari sisi operasional. Hal ini tercermin dari adjusted EBITDA yang berbalik positif sebesar Rp4 miliar, dari sebelumnya negatif Rp20 miliar pada kuartal I 2025, seiring penguatan pendapatan dan efisiensi yang terus dilakukan.
Direktur BUKA, Victor Putra Lesmana, menyatakan pencapaian adjusted EBITDA positif di awal tahun ini merupakan pencapaian strategis bagi BUKA sekaligus bukti keberhasilan transformasi perseroan dalam menjaga momentum peningkatan kondisi keuangan dari tahun sebelumnya.
“Penguatan pendapatan yang signifikan serta fokus kami pada optimalisasi operasional di seluruh lini bisnis, menegaskan bahwa strategi perusahaan berada di jalur yang tepat untuk mewujudkan profitabilitas yang berkelanjutan,” ucap Victor dalam keterangan resmi di Jakarta, 29 April 2026.
Adapun, segmen gaming menjadi pilar utama pertumbuhan dengan raihan pendapatan Rp2,1 triliun pada kuartal I 2026, atau meningkat dari Rp1,1 triliun di tahun lalu. Pertumbuhan ini dipicu oleh ekspansi di berbagai market dan produk baru, yang didukung oleh pertumbuhan market dalam negeri yang tetap kuat.
Selain itu, inisiatif strategis melalui penyelenggaraan Lapak Gaming Battle Arena turut memperkuat kehadiran merek Lapakgaming di tengah komunitas gamer.
Sementara segmen Mitra Bukalapak terus memperkokoh peranannya sebagai pemberdaya ekosistem UMKM di Indonesia dengan mencatat pendapatan Rp175 miliar, yang didukung oleh perluasan infrastruktur pembayaran melalui akses untuk para mitra untuk penggunaan mesin EDC dan solusi QRIS Soundbox.
Baca juga: Bukalapak Mau Buyback Saham Lagi, Segini Nilainya
Dari sisi lini bisnis lainnya, segmen retail mencatatkan pendapatan Rp80 miliar, yang diperkuat oleh ekspansi fisik melalui pembukaan tiga gerai baru Lifework di Central Park Mall, Tunjungan Plaza, dan Senayan City.
Sementara itu, segmen Investasi menyumbangkan pendapatan sebesar Rp22 miliar, ditopang oleh peningkatan Asset Under Management (AUM) dan jumlah transaksi, serta diperkenalkannya produk keuangan baru seperti penawaran berbasis emas dan instrumen investasi dalam denominasi USD. (*)
Editor: Galih Pratama




