News Update

Meski Pandemi, Volume Transaksi Pinjaman Online Syariah Tetap Tinggi

Jakarta – Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI) menyatakan, bisnis penyaluran pinjaman untuk fintech peer-to-peer (fintech P2P) lending syariah atau pinjaman online syariah tetap tumbuh tinggi meski ditengah pandemi Covid-19 yang belum berakhir.

Ketua Umum AFSI Ronald Wijaya mengungkapkan, hingga awal 2021 volume transaksi industri pinjaman online syariah masih tumbuh 50% bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

“Kami di asosiasi banyak berdiskusi bagaimana dampak covid, memang di industri P2P Syariah sendiri rata-rata masih mengalami kenaikan volume transaksi hingga 50% in line,” kata Ronald melalui video conference di Jakarta, Rabu 16 Juni 2021.

Tak hanya itu, Ronald juga mengklaim angka jumlah user pada anggota AFSI masih terus tumbuh hingga 300% bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Ronald menyatakan, pertumbuhan yang tinggi tersebut didorong oleh literasi dan inklusi keuangan syariah yang masih terus tumbuh.

Sebagai informasi saja, struktur AFSI hingga pertengahan tahun 2020 terdiri dari 18 anggota peer to peer (P2P) lending, 27 anggota Inovasi Keuangan Digital (IKD), empat anggota Equity Crowdfunding Syariah (ECF Syariah), dua anggota Payment, dua anggota non-fintech, serta sembilan mitra yang merupakan bidang non-keuangan namun masih dalam satu ekosistem fintech syariah. (*)

Editor: Rezkiana Np

Suheriadi

Recent Posts

Kekerasan Debt Collector dan Jual Beli STNK Only Jadi Alarm Keras Industri Pembiayaan

Poin Penting Kekerasan debt collector dan maraknya jual beli kendaraan STNK only menggerus kepercayaan publik,… Read More

35 mins ago

OJK Wanti-wanti “Ormas Galbay” dan Jual Beli STNK Only Tekan Industri Pembiayaan

Poin Penting OJK menegaskan peran penagihan penting menjaga stabilitas industri pembiayaan, namun wajib diatur rinci,… Read More

59 mins ago

Sidak Industri Baja, Purbaya Kejar Potensi Tunggakan Pajak Rp500 Miliar

Poin Penting Menkeu Purbaya sidak dua perusahaan baja di Tangerang yang diduga menghindari pembayaran PPN… Read More

1 hour ago

Bank Mandiri Catat Pembiayaan Berkelanjutan Rp316 Triliun Sepanjang 2025

Poin Penting Pembiayaan berkelanjutan Bank Mandiri mencapai Rp316 triliun pada 2025, tumbuh 8% yoy, terdiri… Read More

2 hours ago

Pembiayaan Multifinance 2025 Lesu, OJK Ungkap Biang Keroknya

Poin Penting Aset industri pembiayaan 2025 terkontraksi 0,01 persen, dengan pertumbuhan piutang hanya 0,61 persen,… Read More

2 hours ago

Dilantik jadi Wamenkeu, Juda Agung Ungkap Arahan Prabowo

Poin Penting Juda Agung resmi dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan, menggantikan Thomas Djiwandono yang menjadi… Read More

2 hours ago