Poin Penting
- PT Merdeka Gold Resources Tbk resmi memulai produksi emas komersial di Tambang Emas Pani, Gorontalo (14/2/2026)
- Tahun pertama ditargetkan 110.000–115.000 ounces, di atas rencana awal 80.000 ounces
- EMAS percepat kontruksi CIL yang mampu menampung 12 juta ton/tahun ditargetkan selesai 2028, dorong potensi 500.000 ounces per tahun pada 2029.
Jakarta – PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) secara resmi telah melakukan penuangan emas perdana atau first gold pour di Tambang Emas Pani, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo pada 14 Februari 2026.
First gold pour yang menghasilkan dore bullion menandai dimulainya tahap produksi emas komersial Tambang Emas Pani. Doré Bullion yang dihasilkan diperoleh melalui proses pelindian (heap leach) dilanjutkan dengan pemulihan emas melalui fasilitas Adsorption, Desorption, and Recovery (ADR).
Presiden Direktur EMAS, Boyke Poerbaya Abidin, menyampaikan bahwa first gold pour di Tambang Emas Pani merupakan pencapaian strategis bagi perseroan dan Grup Merdeka.
Selain itu, first gold pour ini merupakan milestone penting yang menandai keberhasilan EMAS bertransisi dari tahap pengembangan proyek menuju operasi emas komersial.
Baca juga: Menilik Tren Harga Emas 10 Tahun Terakhir
“Pencapaian ini diraih lebih cepat dari jadwal yang sebelumnya kami sampaikan kepada publik, mencerminkan disiplin eksekusi proyek dan kesiapan operasional yang solid. Beroperasinya Tambang Emas Pani juga menjadi fondasi bagi peningkatan kapasitas produksi ke tahap berikutnya,” ucap Boyke dalam keterangan resmi, 18 Februari 2026.
Fase awal operasi Tambang Emas Pani menggunakan metode heap leach dengan target produksi sekitar 110.000-115.000 ounces emas pada tahun pertama operasi. Angka ini lebih tinggi dari target awal 80.000 ounces emas untuk tahun 2026.
Tambang ini dikelola sebagai tambang terbuka (open pit) dengan Cadangan Bijih (Ore Reserve) sekitar 4,8 juta ounces emas dan Perkiraan Sumber Daya Mineral (Mineral Resource Estimate) lebih dari 7 juta ounces emas, menjadikannya salah satu tambang emas primer paling prospektif di Indonesia.
Baca juga: Produk Tabungan Emas Moncer, UUS OCBC Lirik Status Bullion Bank
Tahap Kontruksi CIL
Seiring dimulainya produksi heap leach, EMAS telah memulai tahap konstruksi Carbon-In-leach (CIL), dengan pekerjaan earthwork yang sudah berjalan sejak awal 2026, lebih awal dibandingkan ekspektasi semula pada 2027.
EMAS juga mempercepat fasilitas CIL 12 juta ton bijih per tahun yang kini ditargetkan rampung pada 2028, dibandingkan rencana awal (tahap pertama 7 juta ton pada 2029 dan ekspansi 5 juta ton menjadi 12 juta ton pada 2032).
Dengan percepatan ini, EMAS menargetkan potensi produksi sekitar 500.000 ounces emas per tahun dapat dicapai pada 2029, lebih cepat dari proyeksi sebelumnya pada 2032. (*)
Editor: Galih Pratama










