Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa pada hari ini, 9 Oktober 2025, tiba-tiba sambangi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta.
Dalam kesempatan tersebut, Purbaya melangsungkan dialog bersama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), BEI, dan para pelaku pasar.
Purbaya membahas program-program ekonomi pemerintah ke depannya dan memastikan program tersebut berkesinambungan dengan pasar modal Indonesia.
“Tadi kita membahas itu program-program ekonomi pemerintah seperti apa ke depan dan bagaimana memastikan programnya akan berkesinambungan dalam pengertian gak one shot terus mati tapi jalan terus ke depan,” ucap Purbaya kepada media di Gedung BEI Jakarta, 9 Oktober 2025.
Baca juga: Ogah Dicap Menteri Tak Becus, Purbaya Janji Jaga Defisit APBN 3 Persen
Selain itu, Purbaya bilang bahwa Direktur Utama BEI, Iman Rachman, meminta insentif dari Kementerian Keuangan, namun saat ini pihaknya belum bisa merealisasikannya.
Sebelum disuntik insentif, Purbaya meminta BEI terlebih dahulu menciptakan iklim pasar modal yang sehat, dengan menindak tegas kepada perilaku investor-investor yang melakukan ‘goreng-gorengan’ saham untuk melindungi investor kecil.
“Saya bilang akan saya berikan insentif kalau Anda (Direktur BEI) sudah merapikan perilaku investor di pasar modal artinya yang “goreng-gorengan” dikendalikan sama dia lah supaya investor kecil terlindungin, baru saya pikir insentifnya,” imbuhnya.
Baca juga: IHSG Pagi Ini Dibuka Naik 0,36 Persen ke Level 8.195
Lebih jauh Purbaya menjelaskan, BEI harus mengambil sikap seperti dirinya yang melakukan pemecatan kepada pegawai pajaknya dalam rangka menekankan integritas pegawai.
“Tapi saya bilang begini kalau saya bisa merapikan pegawai pajak saya, sehingga gak macam-macam lagi ke depan. Harusnya concern mereka udah hilang tapi kalau saya sudah merapikan masih ada masalah lagi dia bisa menghadap saya lagi, saya lihat insentif apa yang cocok buat mengembangkan dan mendukung pertumbuhan industri pasar modal di Indonesia,” ujar Purbaya. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting 15,2 juta NIB diterbitkan, 14,9 juta untuk usaha mikro; masih ada 40 juta… Read More
Poin Penting Pemerintah memperpanjang penempatan Rp200 triliun di bank-bank milik negara hingga September 2026 untuk… Read More
Poin Penting Studi CELIOS menunjukkan Program MBG bisa membuang 62–125 juta porsi/minggu, merugikan negara Rp622… Read More
Poin Penting OJK menegaskan tidak ada perpanjangan waktu, semua UUS asuransi wajib spin off paling… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa ungkap sudah ada sejumlah pendaftar calon ADK OJK, terutama… Read More
Poin Penting Pemerintah memastikan dana THR 2026 sebesar Rp55 triliun telah siap dan tinggal menunggu… Read More