Jakarta – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) merombak Komisaris di PT Asuransi Kredit Indonesia atau Askrindo anggota holding Perasuransian dan Penjaminan Indonesia Financial Group atau IFG.
Keputusan itu tertuang dalam SK Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor: SK-220/MBU/07/2021 dan SK Direktur Utama PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) Nomor : 08/SK-DIR/RUPA-AP/BPUI/VII/2021 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota-anggota Dewan Komisaris PT Asuransi Kredit Indonesia.
Seperti dikutip di Jakarta, Kamis 1 Juli 2021, Menteri BUMN memutuskan untuk memberhentikan secara hormat komisaris Agustina Murbaningsih dan mengangkat Renny Octavianus Rorong sebagai Komisaris Independen Askrindo yang baru.
Pemegang saham menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada Komisaris Agustina Murbaningsih yang telah selesai bertugas atas kerja keras, dedikasi serta kontribusi bagi kemajuan PT Askrindo selama memangku jabatan.
Manajemen Askrindo berharap Komisaris yang baru dapat membawa PT Askrindo menjadi perusahaan penanggung risiko yang unggul dengan layanan global guna mendukung perekonomian nasional.
Sementara itu, sebelum diangkat menjadi Komisaris Independen Askrindo, Renny Octavianus Rorong pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT Pengelola Aset Negara (PPA).
Berikut Susunan lengkap Dewan komisaris PT Askrindo:
Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan jajaran Kabinet Merah Putih untuk melakukan langkah strategis dalam… Read More
Jakarta - Tarif baru yang diberlakukan oleh Amerika Serikat (AS) diyakini akan mengubah perdagangan global… Read More
Jakarta - Pemberlakuan tarif impor baru Amerika Serikat (AS) berpotensi memberikan tekanan besar terhadap pasar… Read More
Washington - Menteri Keuangan Amerika Serikat (Menkeu AS), Scott Bessent menyarankan negara-negara yang terdampak tarif… Read More
Jakarta - Guru Besar Bidang Ekonomi Institut Pertanian Bogor (IPB), Didin S. Damanhuri membeberkan sejumlah… Read More
Jakarta – Presiden Donald Trump mengumumkan tarif resiprokal hingga 54 persen terhadap lebih dari 60 negara mitra… Read More