Poin Penting:
- Menkeu Purbaya melaporkan kepada Presiden Prabowo bahwa kondisi ekonomi Indonesia dan APBN masih aman.
- Gubernur BI Perry Warjiyo optimistis nilai tukar rupiah akan kembali stabil.
- Pemerintah masuk ke pasar obligasi untuk menjaga stabilitas rupiah dan menarik aliran modal asing.
Jakarta – Kondisi ekonomi Indonesia dilaporkan tetap berada dalam situasi yang baik saat Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menghadiri rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (18/5/2026).
Dalam laporan kepada Presiden, pemerintah menegaskan fondasi fiskal dan stabilitas ekonomi nasional masih terjaga di tengah tekanan terhadap nilai tukar rupiah.
Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan optimismenya terhadap pergerakan rupiah yang diyakini akan kembali stabil. Pernyataan itu disampaikan usai rapat terbatas bersama Presiden Prabowo.
“Yakin stabil,” ujar Perry kepada wartawan, dikutip Antara.
Baca juga: Bos BI Optimistis Rupiah Kembali Menguat Mulai Juli 2026
Namun demikian, Perry belum dapat memastikan kapan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) akan kembali bergerak stabil sepenuhnya.
Ekonomi Indonesia Disebut Tetap Solid di Tengah Tekanan Rupiah
Dalam rapat tersebut, Purbaya melaporkan langsung kepada Presiden bahwa kondisi ekonomi Indonesia masih berada dalam kondisi yang baik. Ia juga memastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap aman untuk mendukung program prioritas pemerintah.
Menurut Purbaya, fondasi ekonomi nasional masih sangat kuat meski pasar keuangan global mengalami tekanan yang berdampak pada pergerakan nilai tukar rupiah.
“Kondisi ekonomi bagus, anggaran juga bagus enggak ada masalah, fondasi ekonomi betul-betul bagus. Cuma nanti sosialisasi-sosialisasi lebih bagus ke pasar, ke investor juga seperti apa,” kata Purbaya.
Baca juga: Balas Kritik Media Asing, Purbaya Klaim Utang Pemerintah Lebih Aman Dibanding Eropa
Ia menambahkan, Kementerian Keuangan akan meningkatkan komunikasi kepada pasar dan investor untuk memperkuat keyakinan terhadap prospek ekonomi Indonesia.
Pemerintah Jaga Stabilitas Rupiah Lewat Pasar Obligasi
Purbaya juga mengungkapkan pemerintah telah masuk ke pasar obligasi sebagai langkah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan investasi terhadap surat utang secara bertahap.
Dengan langkah itu, pemerintah berharap aliran modal asing kembali masuk ke pasar domestik sehingga dapat menopang penguatan rupiah.
Baca juga: Bos BI Tak Mau Ulang Krisis 1998, Stabilitas Rupiah Dijaga Tanpa Kuras Likuiditas
Selain itu, pemerintah juga akan segera menyampaikan strategi fiskal baru sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Strategi tersebut disiapkan untuk memperkuat stabilitas ekonomi Indonesia dan menjaga kepercayaan pasar.
Rupiah Melemah Lagi
Di pasar keuangan, nilai tukar rupiah pada Selasa (19/5) pagi bergerak melemah 17 poin atau 0,10 persen menjadi Rp17.685 dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.668 per dolar AS.
Sementara pada penutupan kemarin, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia juga turun ke level Rp17.666 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.496 per dolar AS.
Baca juga: Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.679, Investor Wait and See Jelang RDG BI
Meski rupiah masih bergerak melemah, pemerintah dan Bank Indonesia memastikan fondasi ekonomi Indonesia tetap kuat dengan dukungan fiskal yang dinilai aman serta langkah stabilisasi pasar yang terus dilakukan. (*)
Editor: Yulian Saputra


