Poin Penting
- IHSG turun 3,53 persen pada 11-13 Mei 2026 disertai net foreign sell Rp2,8 triliun.
- BEI menilai kondisi tersebut sebagai dampak jangka pendek pembekuan rebalancing MSCI.
- Reformasi pasar modal RI diyakini mampu menarik kembali investor asing dalam jangka panjang.
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada periode 11-13 Mei 2026 tercatat melemah 3,53 persen, ditutup di level 6.723,32 dari sebelumnya 6.936,39.
Pada periode yang sama, investor asing membukukan aksi jual bersih atau net foreign sell sebesar Rp2,8 triliun.
Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menilai kondisi tersebut merupakan konsekuensi jangka pendek dari pembekuan rebalancing indeks global MSCI.
Baca juga: Rebalancing MSCI Tekan IHSG, Investor Lokal Dinilai Harus Lebih Dominan
Namun demikian, ia optimistis reformasi pasar modal Indonesia yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), BEI, dan Self-Regulatory Organization (SRO) lainnya dapat menarik kembali aliran dana asing dalam jangka menengah dan panjang.
Reformasi Pasar Modal Dinilai Tingkatkan Transparansi
Jeffrey menjelaskan, reformasi pasar modal RI mencakup sejumlah kebijakan untuk meningkatkan transparansi dan tata kelola pasar.
Beberapa langkah tersebut antara lain penyediaan data kepemilikan saham di atas 1 persen kepada publik, pengumuman saham yang masuk kategori High Shareholding Concentration (HSC), dan peningkatan minimal free float saham menjadi 15 persen.
“Ini adalah konsekuensi jangka pendek dan untuk jangka menengah dan jangka panjangnya tentu kita harapkan inflow yang akan jauh lebih besar dari investor asing. Setelah tentu melihat bahwa benar pasar Indonesia sudah menjadi pasar yang lebih transparan dengan tata kelola yang lebih baik, sehingga partisipasi dari investor asing justru akan jauh lebih tinggi,” imbuhnya.
Baca juga: Asing Kabur Rp2,8 Triliun saat IHSG Keok, Ini 5 Saham Paling Banyak Dilego
Menurut Jeffrey, langkah reformasi tersebut diharapkan mampu memperkuat kepercayaan investor asing terhadap pasar modal Indonesia.
Investor Ritel Diharapkan Perkuat Pasar Modal
Di sisi lain, Jeffrey menyebut pertumbuhan investor ritel domestik juga menjadi penopang penting dalam pengembangan pasar modal nasional.
Saat ini, jumlah investor pasar modal tercatat telah mencapai 27 juta investor. Kondisi tersebut diharapkan dapat membantu memperdalam pasar dalam jangka panjang.
“Tentu kita harapkan pasar kita akan lebih dalam itu yang kita harapkan. Jadi apa yang kita lakukan sekarang upaya-upaya yang dengan sangat serius kita lakukan sekarang adalah untuk upaya perbaikan jangka panjang dari pasar kita,” ujar Jeffrey.
Baca juga: IHSG Diperkirakan Bergerak di Rentang 6.400-6.700, Dipengaruhi Pelemahan Rupiah
Adapun BEI juga mencatat tingkat keaktifan investor harian, mingguan, bulanan, hingga tahunan terus meningkat seiring pertumbuhan investor ritel.
“Aktif bulannya sudah di atas 1 juta dan harus diingat dari 27 juta investor di pasar modal itu yang khusus investor saham itu kira-kira 9,7 juta,” tambahnya. (*)
Editor: Yulian Saputra


