Menteri Keuangan Sri Mulyani saat doorstop. (Foto: Infobank)
Jakarta – Di era digital seperti sekarang ini, cara bekomunikasi seseorang sudah berbeda dengan beberapa tahun lalu. Saat ini, komunikasi melalui media sosial terlihat lebih mudah dan efektif. Kementerian Keuangan dalam hal ini juga memberikan informasi terkait dengan APBN melalui media sosial kepada masyarakat.
Demikian pernyataan tersebut seperti disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Jakarta, Rabu, 5 Desember 2018. Menurutnya, APBN merupakan uang rakyat, maka masyarakat berhak tahu kemana uang tersebut digunakan. Untuk itu, penting bagi Pemerintah memberikan informasi terkait dengan kondisi APBN.
“APBN itu uang kita, masyarakat itu perlu tahu. Ini bagian dari Undang-Undang Dasar, komunikasi itu dimandatkan, ini bagian dari akuntabilitas (APBN),” ujarnya di Jakarta Selatan, Rabu 5 Desember 2018.
Lebih lanjut Menkeu mengungkapkan, reformasi komunikasi tidak hanya dijalankan oleh Kementerianannya saja, melainkan hingga ke Direktur Jenderal yang ada di bawahnya. Bahkan, Sri Mulyani juga ikut menggunakan sosial media agar bisa berkomunikasi dengan masyarakat langsung.
Baca juga: Banggar Restui Postur RAPBN 2019 Dibawa ke Paripurna
“Saya ubah Biro Komunikasi Kemenkeu dan saya mulai pakai sosmed, itu paling efektif. Kita punya Kemenkeu RI, Ditjen Pajak dan sebagainya. Sri Mulyani juga sebagai individu dikenal, institusi dan saya sebagai menterinya me-reenforce ini,” jelasnya.
Dia menilai, penggunaan sosial media sebagai wadah komunikasi juga perlu dilakukan dengan cara kreatif, sehingga mudah dipahami. Di sisi lain, sosial media juga harus menjadi media yang menyampaikan informasi secara benar.
“Bagaimana itu jadi karakter Twitter, bagaimana di Instagram. Dan kita berkompetisi dengan pihak-pihak yang ingin masyarakat mendapatkan informasi yang tidak benar, jadi kita perlu sampaikan konten secara kreatif,” tutupnya. (*)
Poin Penting Bank Mandiri menyiapkan Rp44 triliun uang tunai untuk ATM/CRM selama 24 Februari-25 Maret… Read More
Poin Penting Riset LPEM FEB UI: kontribusi AdaKami ke PDB 2024 Rp6,95–Rp10,96 triliun, berdampak ke… Read More
Poin Penting PT Bank Maybank Indonesia Tbk membukukan laba bersih Rp1,66 triliun pada 2025, naik… Read More
Poin Penting Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memanggil manajemen PT Mandiri Tunas Finance (MTF) untuk klarifikasi… Read More
Poin Penting Tenant PT Ace Medical Products Indonesia di KEK Industropolis Batang mengirim 156 pekerja… Read More
Poin Penting Anggota Komisi III DPR RI Abdullah mengusulkan gugatan class action menyusul kembali terjadinya… Read More