Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati. (Foto: Irawati)
Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menilai, kondisi pandemi covid-19 di dunia masih akan menjadi tantangan terhadap pemulihan ekonomi hingga tahun 2022 ke depan.
Sri Mulyani mengatakan, saat ini kasus harian covid-19 di seluruh dunia terus meningkat dengan mencapai lebih dari 800 ribu kasus per hari. Tak hanya itu, bermunculannya berbagai varian baru covid-19, serta adanya gelombang baru pandemi di berbagai negara juga turut menghambat pemulihan ekonomi global.
“Varian baru mungkin akan menimbulkan komplikasi dalam penanganan covid. Pada saat yang sama kita melihat meskipun program vaksinasi dimulai di seluruh dunia, namun aksesnya tidak merata,” kata Sri Mulyani dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional 2021 secara virtual di Jakarta, Selasa, 4 Mei 2021.
Beberapa faktor eksternal dan internal lain juga dinilai masih akan mempengaruhi kondisi ekonomi Indonesia hingga tahun 2022 mendatang. Perkembangan ini tentunya lanjut Sri Mulyani akan mempengaruhi kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBN) hingga 2022 mendatang.
“Perubahan kebijakan fiskal moneter di negara maju yang pasti menimbulkan spillover. Apakah itu dalam bentuk inflasi, suku bunga global, dan kemudian berujung kepada volatilitas nilai tukar,” tambahnya.
Ia juga menilai, disparitas pemulihan ekonomi dunia juga akan menyebabkan perubahan atau dinamika antar negara termasuk dari sisi stimulus Pemerintahan maupun kemampuan untuk memperoleh vaksin. (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More