Poin Penting
- Harga emas naik signifikan dalam satu dekade: Dari kisaran Rp500 ribuan (2013) ke Rp1,52 juta per gram (akhir 2024)
- Harga emas dipicu krisis global: Brexit, perang dagang, pandemi COVID-19, hingga inflasi dorong lonjakan harga
- Tetap jadi safe haven: Emas diminati saat ekonomi dan geopolitik dunia tak menentu.
Jakarta – Salah satu daya magis emas sebagai ladang investasi di masa depan lantaran rendah risiko dan menguntungkan. Apalagi, di saat kondisi global tak menentu.
Namun, sebelum mengambil keputusan investasi, penting mengetahui tren harga emas 10 tahun terakhir. Sebab, meski cenderung naik dalam jangka panjang, harga emas tetap mengalami fluktuasi dari waktu ke waktu.
Berikut ulasan lengkap pergerakan harga emas di Indonesia dalam satu dekade terakhir beserta faktor-faktor yang memengaruhinya, seperti dinukil laman Sahabat Pegadaian, Senin, 16 Februari 2026.
1. Awal 2013: Masa Koreksi
Pada awal 2013, tercatat harga emas berada di kisaran Rp530 ribu per gram. Namun hingga akhir tahun, harganya turun ke sekitar Rp480 ribu per gram.
Baca juga: Daftar 10 Negara Pemilik Cadangan Emas Terbesar di Dunia, Indonesia Nomor Berapa?
Penurunan ini terjadi setelah lonjakan besar pada 2011–2012. Di mana, pemulihan ekonomi global pascakrisis keuangan 2008 menjadikan tingkat ketidakpastian berkurang sehingga permintaan emas sebagai aset lindung nilai ikut melemah. Investor pun mulai kembali melirik saham dan obligasi.
2. Tahun 2014–2015: Stabilitas Pascakrisis
Memasuki periode 2014–2015, harga emas cenderung stagnan di kisaran Rp510 ribu per gram. Ekonomi global, terutama di Amerika Serikat pun, menunjukkan pemulihan yang cukup solid.
Pun begitu dengan pasar saham dan obligasi membaik, sehingga minat terhadap emas tidak terlalu dominan. Meski ketegangan geopolitik masih ada, kondisi pasar relatif stabil.
3. Tahun 2016: Lonjakan Akibat Ketidakpastian Politik Global
Tahun 2016 menjadi momentum kenaikan harga emas hingga sekitar Rp600 ribu per gram. Pemicu utamanya adalah ketidakpastian politik global, terutama referendum Brexit di Inggris yang memutuskan keluar dari Uni Eropa.
Keputusan ini menimbulkan kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi Eropa dan mendorong investor kembali mencari aset aman seperti emas.
4. Tahun 2017–2018: Tren Kenaikan Berlanjut
Pada 2017, harga emas naik ke sekitar Rp650 ribu per gram dan terus meningkat hingga menyentuh Rp750 ribu per gram pada 2018.
Kenaikan ini dipengaruhi oleh ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global, termasuk perang dagang antara Amerika Serikat dan China. Selain itu, kebijakan moneter longgar dari berbagai bank sentral dunia turut menopang harga emas.
5. Tahun 2019: Lonjakan karena Perang Dagang
Ketegangan dagang antara Amerika Serikat dan China semakin memanas pada 2019. Akibatnya, permintaan terhadap emas meningkat signifikan.
Baca juga: Tren Kenaikan Harga Emas, Angin Segar bagi Bisnis Pergadaian
Harga emas pun melonjak hingga sekitar Rp750 ribu per gram. Investor kembali menjadikan emas sebagai instrumen lindung nilai di tengah ketidakpastian global.
6. Tahun 2020: Lonjakan Besar akibat Pandemi
Tahun 2020 menjadi salah satu periode paling dramatis dalam sejarah pasar emas. Pandemi COVID-19 memicu resesi global dan ketidakpastian ekonomi yang luar biasa. Investor di seluruh dunia berbondong-bondong membeli emas sebagai aset aman.
Di Indonesia, harga emas melonjak hingga menembus Rp1 juta per gram—level psikologis baru saat itu.
7. Tahun 2021–2022: Stabilitas Pascapandemi
Pada 2021–2022, harga emas relatif stabil di kisaran Rp950 ribu hingga Rp1 juta per gram.
Meskipun ketidakpastian masih ada, pemulihan ekonomi global mulai terlihat. Program vaksinasi massal dan stimulus ekonomi dari berbagai negara membantu menenangkan pasar keuangan
8. Tahun 2023: Inflasi dan Ketegangan Geopolitik
Tahun 2023 kembali menghadirkan tekanan inflasi tinggi di berbagai negara. Kondisi ini membuat harga emas naik hingga sekitar Rp1,1 juta per gram.
Inflasi yang meningkat dan tensi geopolitik global memperkuat daya tarik emas sebagai lindung nilai terhadap pelemahan nilai mata uang.
9. Tahun 2024: Kenaikan Signifikan dan Rekor Baru
Sepanjang 2024, harga emas melonjak signifikan hingga 29,5 persen dan beberapa kali mencetak rekor tertinggi.
Pada akhir Desember 2024, harga emas mencapai Rp1,52 juta per gram—naik Rp371 ribu dibandingkan akhir Januari yang berada di Rp1,14 juta per gram.
Kenaikan ini dipicu oleh kombinasi inflasi global, kebijakan suku bunga, serta meningkatnya permintaan emas sebagai instrumen lindung nilai.
Jadi, apabila menilik tren harga emas 10 tahun terakhir, pergerakannya memang fluktuatif. Namun secara keseluruhan, arah jangka panjangnya menunjukkan tren positif. (*)
Editor: Galih Pratama










