Jakarta – Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi terus lakukan konektivitas nusantara melalui pembangunan sistem transportasi dan juga sistem keselamatan, keamanan, dan pelayanan yang diharapkan dapat menciptakan peradaban baru.
Namun, untuk melakukan hal tersebut Menhub juga menghadapi tantangan yang tidak mudah terkait dengan sulitnya mencari pendanaan untuk pembangunan, serta terjadinya ketidakpastian global yang turut menghantam sektor transportasi.
Oleh karena itu, ia terus melakukan berbagai inovasi untuk mencari sumber pendanaan di luar dari APBN dan membentuk creative financing yang telah dilakukan oleh Kemenhub dengan berkolaborasi dengan berbagai pihak.
Kemudian, dari pembentukan creative financing tersebut sektor transportasi dicatatkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) tumbuh sebesar 21,27% di triwulan II-2022 secara yoy.
Selain itu, pada triwulan I-2022 sektor transportasi juga mengalami pertumbuhan positif yaitu mencapai 15,79% dan menjadi salah satu faktor yang mengerek pertumbuhan ekonomi nasional.
Pendanaan tersebut digunakan untuk pembangunan bandara, pelabuhan, stasiun dan rel, terminal, pengadaan pesawat, bus, kapal, kereta api, serta membangun sistem kesalamatan, keamanan, dan pelayanan.
Sehingga, melalui pencapaian tersebut Menhub dinobatkan sebagai Tokoh Konektivitas dan Sistem Transportasi Nasional dalam Rakyat Merdeka Award 2022 di Jakarta. (*) Khoirifa
Poin Penting KB Bukopin Finance meraih Peringkat 1 TOP Corporate Brand 2026, mencerminkan meningkatnya kepercayaan… Read More
Poin Penting: Harga plastik melonjak hingga 100 persen akibat terganggunya pasokan bahan baku dari Timur… Read More
Poin Penting Outstanding pindar mencapai Rp100,69 triliun per Februari 2026, tumbuh 25,75% yoy. Risiko kredit… Read More
Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan jumlah investor pasar modal dalam negeri terus mengalami… Read More
Poin Penting OJK mendorong lembaga jasa keuangan (LJK) melakukan asesmen lanjutan untuk mengantisipasi dampak konflik… Read More
Poin Penting Transaksi kripto Februari 2026 turun menjadi Rp24,33 triliun dari Januari Rp29,28 triliun, seiring… Read More