Poin Penting
- Sebanyak 1.558 penerbangan terdampak akibat penutupan sementara delapan bandara.
- Gangguan penerbangan tersebut berdampak terhadap sekitar 170.000 penumpang.
- Pemerintah menyiapkan sejumlah bandara alternatif untuk mengalihkan operasional penerbangan.
Jakarta – Erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak besar terhadap operasional penerbangan. Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyebut 1.558 penerbangan terdampak akibat penutupan delapan bandara.
Penutupan dilakukan karena abu vulkanik berpotensi mengganggu keselamatan penerbangan. Pemerintah memperpanjang penutupan sementara delapan bandara pada Senin (7/9) hingga pukul 09.00 WIB.
Baca juga: ASDP: Penyeberangan Merak-Bakauheni Tetap Normal di Tengah Erupsi Anak Krakatau
Gunung Anak Krakatau Ganggu 1.558 Penerbangan
Dudy mengatakan dampak tersebut mencakup penerbangan keberangkatan dan kedatangan. Gangguan itu juga membuat sekitar 170.000 penumpang tertahan.
“Hingga kini, dari delapan bandara terdampak, terhitung terdapat 1.558 flight yang tertunda dengan 170.000 penumpang tertahan,” kata Menhub di Jakarta, dikutip Antara, Senin (7/9).
Jumlah tersebut mencerminkan luasnya dampak gangguan operasional penerbangan. Kondisi ini membuat pemerintah terus memantau perkembangan abu vulkanik.
Abu Vulkanik Bergerak ke Arah Timur
Hasil pemantauan terbaru menunjukkan perubahan arah pergerakan abu vulkanik. Abu bergerak menuju timur dengan kecepatan lima knot pada ketinggian 15 ribu kaki.
Perubahan arah tersebut menjadi pertimbangan dalam evaluasi keselamatan penerbangan. Kementerian Perhubungan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait.
Pemantauan dilakukan bersama BMKG, AirNav, pengelola bandara, dan pemangku kepentingan lainnya. Evaluasi berkala dilakukan mengikuti perkembangan sebaran abu vulkanik.
Daftar Delapan Bandara Ditutup Sementara
Delapan bandara terdampak tersebar di sejumlah wilayah Jawa, Banten, Lampung, dan Sumatera Selatan. Penutupan sementara dilakukan untuk menjaga keselamatan operasional penerbangan.
Bandara tersebut meliputi Soekarno-Hatta Tangerang dan Halim Perdanakusuma Jakarta. Ada pula Radin Inten II Lampung dan Husein Sastranegara Bandung.
Bandara Budiarto Curug serta Pondok Cabe Tangerang Selatan juga terdampak. Dua lainnya ialah Taufik Kiemas di Pesisir Barat Lampung dan Atung Bungsu Pagar Alam.
Dampaknya tidak hanya berasal dari penerbangan di delapan bandara tersebut. Pembatalan penerbangan dari bandara lain turut menambah jumlah penumpang terdampak.
Pemerintah Siapkan Bandara Alternatif
Pemerintah menyiapkan sejumlah bandara alternatif untuk menjaga konektivitas penerbangan. Langkah tersebut memberi pilihan bagi maskapai untuk mengalihkan operasionalnya.
Bandara alternatif yang disiapkan meliputi Kertajati dan Ahmad Yani Semarang. Pilihan lainnya adalah Juanda Surabaya, Yogyakarta International Airport, serta Solo.
Pengalihan penerbangan juga diikuti dukungan transportasi bagi penumpang. InJourney bersama Angkasa Pura menyiapkan bus dan kereta secara gratis.
Fasilitas tersebut diberikan bagi penumpang yang dialihkan melalui bandara alternatif. Langkah ini diharapkan membantu mengurangi dampak gangguan perjalanan akibat abu vulkanik.
Gangguan penerbangan akibat Gunung Anak Krakatau masih bergantung pada perkembangan sebaran abu. Pemerintah terus mengevaluasi kondisi sebelum operasional penerbangan kembali normal. (*)
Editor; Galih Pratama


