ILUSTRASI. Tugu Insurance. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Pemisahan unit usaha syariah (spin-off) memberikan peluang sekaligus tantangan bagi perkembangan industri asuransi syariah di masa depan. Hal ini mendorong banyak perusahaan, termasuk PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance), untuk merumuskan strategi guna meraih kinerja positif pada tahun 2025.
Saat ini, hampir semua produk keuangan sudah memiliki model syariah, termasuk asuransi umum. Konsep asuransi syariah hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang ingin memiliki perlindungan keuangan tanpa keraguan atas kehalalannya secara Islam.
Baca juga: Tugu Insurance Cetak Laba Rp552 Miliar, Siap Spin-Off Syariah pada 2025
Dalam asuransi kerugian syariah, tertanggung atau pemegang polis akan mendapatkan manfaat berupa ganti rugi atas kerugian harta benda yang diasuransikan berdasarkan prinsip syariah. Dengan asuransi syariah, Anda tidak perlu khawatir menghadapi kejadian tak terduga yang dapat menyebabkan kerugian finansial.
Baca juga: OJK Tak Larang Pemberian Kredit ke Masyarakat yang Punya Riwayat SLIK Jelek
Tugu Insurance optimis bahwa Unit Usaha Syariah (UUS) akan tumbuh pesat setelah spin-off. Perusahaan berencana mengoptimalkan potensi pasar dengan memanfaatkan peluang, menjalin kolaborasi dengan pelaku ekonomi syariah lainnya, serta memberikan layanan yang sesuai kebutuhan pelanggan dan rekanan.
Kinerja UUS Tugu Insurance menunjukkan hasil yang positif. Hingga Desember 2024, premi asuransi UUS meningkat signifikan menjadi Rp56,2 miliar, hampir dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp28,2 miliar. Sementara itu, aset gabungan unit syariah tercatat mencapai Rp207,3 miliar pada periode yang sama. (*)
Poin Penting KPK melakukan OTT di lingkungan Bea Cukai Kemenkeu dan menangkap Rizal, mantan Direktur… Read More
Poin Penting Istana membantah kabar Presiden Prabowo menggunakan dua pesawat kenegaraan untuk perjalanan luar negeri.… Read More
Poin Penting BTN menargetkan pembiayaan 20.000 rumah rendah emisi pada 2026, setelah menyalurkan 11.000 unit… Read More
Poin Penting Pakar menilai masuknya Danantara Indonesia ke pasar modal sah secara hukum dan tidak… Read More
Poin Penting NPL konstruksi BTN berasal dari kredit legacy sebelum 2020 yang proses pemulihannya membutuhkan… Read More
Poin Penting Komisi VIII DPR RI menekankan sinergi lintas kementerian dan lembaga untuk memperkuat penanggulangan… Read More