Keuangan

Menggali Manfaat Asuransi Syariah dan Perkembangannya di 2025

Jakarta – Pemisahan unit usaha syariah (spin-off) memberikan peluang sekaligus tantangan bagi perkembangan industri asuransi syariah di masa depan. Hal ini mendorong banyak perusahaan, termasuk PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance), untuk merumuskan strategi guna meraih kinerja positif pada tahun 2025.

Saat ini, hampir semua produk keuangan sudah memiliki model syariah, termasuk asuransi umum. Konsep asuransi syariah hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang ingin memiliki perlindungan keuangan tanpa keraguan atas kehalalannya secara Islam.

Baca juga: Tugu Insurance Cetak Laba Rp552 Miliar, Siap Spin-Off Syariah pada 2025

Dalam asuransi kerugian syariah, tertanggung atau pemegang polis akan mendapatkan manfaat berupa ganti rugi atas kerugian harta benda yang diasuransikan berdasarkan prinsip syariah. Dengan asuransi syariah, Anda tidak perlu khawatir menghadapi kejadian tak terduga yang dapat menyebabkan kerugian finansial.

Keuntungan Asuransi Syariah

Berikut beberapa manfaat utama asuransi syariah:

  1. Tidak Ada Dana Hangus
    Dalam asuransi syariah, tidak ada konsep dana hangus karena menggunakan prinsip dana titipan atau wadiah. Dana yang telah diinvestasikan oleh nasabah akan dikembalikan jika tidak digunakan. Dana tersebut dipisahkan dari rekening aset atau tabarru sehingga tetap aman.
  1. Anti Riba
    Asuransi syariah memastikan tidak melanggar prinsip keuangan Islami, seperti riba, ketidakjelasan dana, dan unsur judi. Dana yang dikelola sesuai persetujuan awal memberikan rasa tenang bagi nasabah.
  1. Lebih Transparan
    Asuransi syariah mengedepankan transparansi. Semua kegiatan dan investasi yang dilakukan perusahaan dilaporkan kepada nasabah, memungkinkan nasabah mengetahui kondisi keuangan, termasuk potensi keuntungan atau kerugian.
Baca juga: OJK Tak Larang Pemberian Kredit ke Masyarakat yang Punya Riwayat SLIK Jelek

Tugu Insurance optimis bahwa Unit Usaha Syariah (UUS) akan tumbuh pesat setelah spin-off. Perusahaan berencana mengoptimalkan potensi pasar dengan memanfaatkan peluang, menjalin kolaborasi dengan pelaku ekonomi syariah lainnya, serta memberikan layanan yang sesuai kebutuhan pelanggan dan rekanan.

Kinerja UUS Tugu Insurance menunjukkan hasil yang positif. Hingga Desember 2024, premi asuransi UUS meningkat signifikan menjadi Rp56,2 miliar, hampir dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp28,2 miliar. Sementara itu, aset gabungan unit syariah tercatat mencapai Rp207,3 miliar pada periode yang sama. (*)

Yulian Saputra

Berpengalaman lebih dari 10 tahun di industri media. Saat ini bertugas sebagai editor di infobanknews.com. Sebelumnya, ia menulis berbagai isu, mulai dari politik, hukum, ekonomi, hingga olahraga.

Recent Posts

Penyelundupan BBM Subsidi Marak, DPR Desak Pengawasan Diperketat

Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More

4 hours ago

Grab Luncurkan 13 Fitur Baru Berbasis AI, Apa Saja?

Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More

4 hours ago

Indonesia SIPF Siapkan Consultation Paper, Ini Tujuannya

Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More

4 hours ago

BI Sinyalkan Ruang Penurunan BI Rate Kian Sempit, Dampak Konflik Timur Tengah

Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More

4 hours ago

Lo Kheng Hong Borong Saham Intiland dan Gajah Tunggal, Ini Profilnya

Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More

4 hours ago

IHSG Ditutup Melesat 4,42 Persen ke Level 7.279, BRPT hingga PTRO jadi Top Gainers

Poin Penting IHSG melonjak 4,42% ke level 7.279, dengan mayoritas saham (623) ditutup menguat. Seluruh… Read More

4 hours ago