Poin Penting
- Sarjito menjadi calon tunggal pilihan Prabowo untuk memimpin pengawasan bursa mineral.
- Ia memiliki pengalaman panjang mengawasi pasar modal dan industri jasa keuangan.
- Pemerintah menargetkan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis mulai beroperasi Januari 2027.
Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menaruh pilihan pada M. Sarjito untuk memimpin pengawasan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS). Pemerintah mengajukan namanya sebagai calon tunggal melalui Surat Presiden kepada DPR RI.
Pencalonan itu kini bergulir di parlemen dan akan diproses Komisi XI DPR. Tahap berikutnya ialah uji kelayakan dan kepatutan sebelum keputusan mengenai calon tersebut ditetapkan.
Penunjukan Sarjito datang ketika pemerintah tengah menyiapkan bursa komoditas baru. Lembaga tersebut diproyeksikan mendukung pengelolaan perdagangan mineral dan komoditas strategis nasional.
Baca juga: Ini Dia Calon Kepala Bursa Mineral dan Komoditas Strategis yang Diajukan Prabowo
Sarjito Punya Rekam Jejak Panjang di Pasar Modal
Sarjito bukan sosok baru dalam pengawasan industri keuangan. Ia mengakhiri masa tugasnya di OJK pada Juli 2024 setelah menjabat Deputi Komisioner Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan.
Dalam posisi tersebut, ia juga dipercaya memimpin Satgas PASTI. Satuan tugas itu bertugas memberantas aktivitas keuangan ilegal.
Sebelum berkarier di OJK, Sarjito telah lama berkecimpung dalam pengawasan pasar modal. Ia pernah menjadi Kepala Biro Investigasi Formal dan Kriminal di Bapepam Kementerian Keuangan.
Kariernya kemudian berlanjut di OJK sebagai Deputi Komisioner Pengawasan Pasar Modal. Rekam jejak itu membuatnya memiliki pengalaman langsung dalam mengawasi aktivitas industri keuangan.
Latar belakang pendidikannya juga cukup beragam. Sarjito meraih gelar hukum dari Universitas Indonesia dengan fokus praktisi hukum.
Ia juga menempuh pendidikan ekonomi di Universitas Gadjah Mada. Setelah itu, ia memperoleh gelar MBA bidang Keuangan dari Saint Louis University, Missouri.
Sarjito turut mengantongi gelar Notaris Profesional dari Universitas Jayabaya. Bekal akademik tersebut melengkapi pengalaman profesionalnya selama berkarier di sektor keuangan.
Bursa Mineral Dibidik Mulai Beroperasi Awal 2027
Pemerintah mengusulkan Sarjito ketika persiapan BMKS memasuki tahap penting. Kehadiran bursa tersebut diarahkan menjadi bagian dari pembenahan tata niaga komoditas nasional.
Presiden Prabowo sebelumnya menetapkan target operasional pada 1 Januari 2027. Pemerintah juga meminta DPR mempercepat pembentukan aturan sebagai dasar penyelenggaraan bursa.
“Dengan dukungan DPR, rencana kita 1 Januari 2027 kita akan memiliki bursa komoditas sendiri,” ujar Prabowo.
Menurut Prabowo, aturan penyelenggaraan BMKS perlu segera dibahas bersama DPR. Pemerintah berharap regulasi tersebut dapat diterbitkan dalam waktu sesingkat-singkatnya.
Pembentukan bursa juga berkaitan dengan kebijakan ekspor satu pintu. Pemerintah telah membicarakan rencana tersebut bersama OJK.
Karena itu, posisi kepala pengawas BMKS memiliki peran penting dalam tahap awal pembentukan lembaga. Pengalaman Sarjito di sektor pengawasan menjadi salah satu latar belakang pencalonannya.
Baca juga: OJK Tegaskan Demutualisasi BEI Tak Mengurangi Kewenangan Pengawasan
Komisi XI Juga Menguji Calon Pimpinan BI
Selain calon kepala pengawas BMKS, Komisi XI memiliki agenda pencalonan sejumlah pimpinan Bank Indonesia (BI). Presiden juga mengajukan kandidat Gubernur BI, Deputi Senior Gubernur BI, dan Deputi Gubernur BI.
Seluruh nama tersebut akan melalui mekanisme yang berlaku di DPR. Prosesnya menjadi bagian dari agenda Komisi XI dalam menilai calon pejabat sektor keuangan.
Bagi Sarjito, tahapan di DPR menjadi pintu menuju posisi baru setelah pensiun dari OJK. Jika lolos uji kelayakan, ia akan menghadapi tantangan membangun pengawasan bursa mineral sejak tahap awal.
Pemerintah menargetkan lembaga tersebut sudah berjalan pada awal 2027. Perjalanan menuju target itu kini ikut bergantung pada proses pencalonan Sarjito di DPR. (*)
Editor: Yulian Saputra


