Mengenal Produk Investasi Non Saham di Pasar Modal Indonesia

Jakarta – Kondisi ekonomi global dan domestik yang saat ini mengalami ketidakpastian, mulai dari era suku bunga tinggi, ketidakpastian geopolitik, hingga menjelang tahun pemilu 2024, memicu pergerakan pasar saham dan obligasi yang volatile.

Melihat hal itu, Pj.S. Kepala Unit Pengembangan Bisnis Produk Terstruktur, Pradapaningsih Bursa Efek Indonesia (BEI), menyebutkan bahwa, sebenarnya di BEI sendiri terdapat produk-produk investasi tercatat non saham lainnya yang juga potensial.

“Produk tercatat non saham ini ada listed fund, DIRE, DINFRA, ETF ada equity dan bond, ada waran terstruktur, produk ini tentunya adalah pendorong yang akan menggerakan market secara mendalam dan potensial, sehingga perlu dikembangkan di Indonesia,” ucap Pradapaningsih dalam Edukasi Wartawan Pasar Modal di Jakarta, 9 November 2023.

Baca juga: Pasar Modal Indonesia Masih Bergairah, Ini Buktinya

Produk-produk tersebut diantaranya adalah:

Exchange Traded Fund (ETF) yang merupakan gabungan keunggulan produk reksa dana dan saham, di mana portofolionya terdiri dari sekumpulan saham obligasi atau aset lainnya yang tersedia di pasar primer maupun sekunder. Kemudian isi portofolio ETF diumumkan setiap hari, serta nilai indikasi NAV dapat dipantau secara real time.

Lalu, jika memilih instrumen ETF untuk berinvestasi, investor akan mendapatkan keuntungan diantaranya adalah ETF bisa diperjualbelikan kapan saja selama perdagangan bursa, harganya yang terjangkau, transparan, memiliki potensi dividen dan capital gain, serta likuiditasnya terjamin.

Waran Terstruktur, merupakan efek yang mekanisme perdagangannya mirip dengan Waran yang ada di Bursa, namun yang membedakan adalah dari sisi penerbit, saham yang diterbitkan, hingga metode penyelesaian saat jatuh tempo.

Selain itu, waran terstruktur juga merupakan efek yang memberikan hak kepada pemegang nya untuk membeli atau menjual underlying pada harga dan waktu tertentu.

Lalu, waran terstruktur juga memiliki kelebihan bagi investor, diantaranya adalah diterbitkan dengan pilihan underlying konstituen IDX30, imbal hasil yang menarik (garing effect), pilihan investasi yang murah, memiliki liquidity provider di pasar sekunder, pelaksanaan jatuh tempo dilakukan secara otomatis, hingga potensi keuntungan tidak terbatas, namun dengan potensi kerugian terbatas.

Baca juga: Cara Dompet Dhuafa dan BEI Ajak Milenial Tingkatkan Wakaf di Pasar Modal

Single Stock Futures, merupakan salah satu produk non saham yang berdasarkan kontrak antara dua belah pihak untuk menjual atau membeli suatu saham dengan harga yang disepakati pada jangka waktu yang telah ditentukan, dan baru akan diluncurkan pada Maret 2024.

Di mana, nantinya terdapat dua jenis Single Stock Futures, yaitu kontrak beli (LONG) atau perjanjian membeli suatu saham pada harga dan periode tertentu, dan kontrak jual (SHORT) atau perjanjian menjual suatu saham pada harga dan periode tertentu. (*)

Editor: Rezkiana Nisaputra

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Purbaya Ungkap Pengadaan Motor Listrik untuk SPPG Sempat Lolos Meski Ditolak

Poin Penting Menkeu Purbaya akui miskomunikasi, sebagian pengadaan motor listrik untuk SPPG ternyata sempat disetujui.… Read More

30 mins ago

Tak Perlu Ribet Tukar Uang, Belanja di Korea Selatan Kini Cukup Scan QR Livin’ by Mandiri

Poin Penting Livin’ by Mandiri hadirkan QR antarnegara di Korea Selatan, memungkinkan transaksi QRIS tanpa… Read More

1 hour ago

Bank Dunia Pangkas Proyeksi Ekonomi RI 2026 ke 4,7 Persen, Purbaya: Mereka Salah Hitung

Poin Penting Bank Dunia memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 menjadi 4,7 persen dari 4,8… Read More

1 hour ago

GrabX 2026

Grab resmi memperkenalkan 13 fitur berbasis kecerdasan buatan dalam ajang tahunan GrabX 2026.Peluncuran GrabX 2026… Read More

1 hour ago

Hasil Investigasi PBB: TNI Tewas di Lebanon Akibat Peluru Tank Israel

Poin Penting Temuan PBB menyebutkan peluru yang menewaskan prajurit TNI pada 29 Maret ditembakkan dari… Read More

1 hour ago

BI Catat DPK Valas Bank Capai Rp1.367,2 Triliun per Februari 2026

Poin Penting BI mencatat DPK valas Februari 2026 sebesar Rp1.367,2 triliun, relatif stabil dibanding Januari,… Read More

1 hour ago