Angela Simatupang, Managing Partner Governance Risk Control & Technology Consulting RSM Indonesia, memberikan sambutan dalam forum diskusi bertajuk “Digital Fraud is Here: Strengthening Bank Defenses Through Integrated Governance and Technology”. (Foto: Istimewa)
Jakarta - Ikatan Auditor Intern Bank (IAIB) bersama RSM Indonesia belum lama ini menyelenggarakan forum diskusi bertajuk “Digital Fraud is Here: Strengthening Bank Defenses Through Integrated Governance and Technology”.
Acara tersebut membahas meningkatnya ancaman kejahatan digital di sektor jasa keuangan dan pentingnya pendekatan kolaboratif dalam menghadapinya.
Dalam sambutan pembukanya, Angela Simatupang, Managing Partner Governance Risk Control & Technology Consulting RSM Indonesia, menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap kejahatan digital yang semakin kompleks dan personal.
Baca juga: Bank Pasang Kuda-Kuda Hadapi Fraud Rekening Dormant
Ketua Umum Ikatan Audit Intern Bank (IAIB) Indonesia, Antonius Gunadi, juga turut memberikan sambutannya pada acara ini.
“Digital fraud bukan ancaman masa depan, melainkan realitas hari ini. Serangan terus berkembang, dan respons kita tidak bisa hanya mengandalkan teknologi semata. Diperlukan integrasi antara audit internal, manajemen risiko, dan fungsi teknologi dalam membangun sistem pertahanan yang berkelanjutan,” ujar Angela.
Forum ini menjadi wake-up call bagi pelaku industri keuangan untuk menyadari bahwa sektor finansial kini menjadi target utama serangan digital.
Partner Governance Risk Control Consulting RSM Indonesia, GMB Daniel Probo, sebagai salah satu narasumber menjelaskan tiga tren utama risiko fraud di sektor jasa keuangan, yakni serangan terhadap akun baru, login, dan sistem pembayaran.
Daniel menekankan pentingnya penerapan kerangka tata kelola dan pemantauan terintegrasi untuk memperkuat pencegahan dan deteksi.
“Governance framework dan sistem monitoring terintegrasi perlu dibangun secara menyeluruh melalui empat langkah utama, yaitu menetapkan peran, akuntabilitas, dan pengambilan keputusan yang jelas; mengintegrasikan manajemen risiko fraud ke dalam proses bisnis; menstandarkan kebijakan serta menyelaraskan kontrol; serta memastikan auditabilitas dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku” jelas Daniel.
Baca juga: Dibayangi Risiko Fraud, Kopdes Merah Putih Diawasi Ketat KPK dan Kejagung
“Mencermati digital fraud ini penting untuk know your enemy, sense atas risikonya, pahami perkembangan teknologi terkini, dan telusuri akar masalahnya. Semua ini bisa dicapai dengan pengetahuan yang tepat dan terus diperbarui,” lanjutnya.
Page: 1 2
Poin Penting WOM Finance menetapkan pembagian dividen tunai maksimal 30 persen dari laba bersih 2025,… Read More
Poin Penting BEI dan Kustodian Sentral Efek Indonesia resmi mengumumkan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi… Read More
Poin Penting DPR menyoroti perlunya kebijakan kredit yang lebih berpihak pada masyarakat, terutama pelaku UMKM… Read More
Oleh Anto Prabowo, Dosen FEB UNS Solo DI tengah dinamika kebijakan ekonomi nasional, munculnya dua… Read More
Dalam program tersebut, BSN memberikan dukungan pembiayaan pendidikan bagi pegawai aktif yang memenuhi kriteria, baik… Read More
Pada ajang tersebut, CIMB Niaga meraih tiga penghargaan, masing-masing pada kategori Produk Wealth Management untuk… Read More