Ilustrasi: Penyaluran kredit perbankan. (Foto: Istimewa)
Oleh Ryan Kiryanto, Ekonom dan Co-Founder Institute of Social, Economic and Digital/ISED
KEJATUHAN sejumlah bank di Amerika Serikat (AS) dan Eropa telah menyadarkan kembali pemikiran kalangan perbankan untuk memberikan perhatian lebih kepada upaya mengelola risiko kredit yang lebih mumpuni. Kesadaran untuk mengelola risiko kredit menjadi semakin penting bertepatan dengan akan dinormalisasikannya kebijakan relaksasi restrukturisasi kredit.
Maklum, ketidakpastian ekonomi yang masih berlangsung terus menjadi tantangan bagi bank dalam menilai kualitas kredit, terutama yang terkait dengan sektor-sektor ekonomi yang rentan. Praktik perkreditan yang prudent memungkinkan bank mengidentifikasi setiap potensi kenaikan risiko kredit secara konsisten dan tepat waktu, sehingga membentuk bagian integral dari manajemen risiko kredit.
Poin Penting THR menjadi momentum menata keuangan, mulai dari kewajiban, utang, tabungan, hingga perlindungan finansial.… Read More
Poin Penting BI tetap siaga memantau rupiah selama libur Lebaran, termasuk melalui pasar offshore meski… Read More
Poin Penting BI tidak lagi memberi sinyal penurunan suku bunga akibat meningkatnya risiko global dari… Read More
Kerjasama ini juga membuka ruang bagi pengembangan bisnis terutama inisiatf mendukung program pemerintah dalam pengembangan… Read More
Poin Penting PT Bank Maybank Indonesia Tbk memperkuat pembiayaan SME syariah sebagai pilar utama pengembangan… Read More
Poin Penting PT Kereta Api Indonesia (Persero) menetapkan tarif maksimal LRT Jabodebek sebesar Rp10.000 selama… Read More