Analisis

Menanti Kebangkitan Harga Minyak

Jumlah sumur aktif di AS telah bertambah 21 sumur dengan total 498 sumur pada 9 Desember – peningkatan tertinggi sejak harga minyak melampaui USD50.

Efek optimisme saat ini yang mendukung harga minyak mungkin bersifat terbatas. Sehingga untuk angka USD60 akan menjadi level resistance yang sulit ditaklukkan pembeli di Tahun Baru ini.

“Investor dapat memanfaatkan kecurigaan dan ketidakpercayaan antar anggota kartel saat ini untuk membuat harga minyak semakin melemah di jangka yang lebih panjang. Dari sudut pandang teknikal, investor tetap memegang kendali di rentang waktu harian. Momentum bullish saat ini berpotensi mengantarkan harga minyak menuju USD55,” Jelasnya. (*)

(Baca juga: Produksi Dipangkas, Harga Minyak Masih Berpotensi Naik)

 

 

Editor: Paulus Yoga

Page: 1 2 3

Dwitya Putra

Recent Posts

PLN Jaga Keandalan Listrik di Tengah WFH, Ini Layanan yang Disiapkan

Poin Penting PLN menjamin pasokan listrik tetap andal selama kebijakan WFH di tengah meningkatnya aktivitas… Read More

13 hours ago

Managing in Crisis

Oleh Ignasius Jonan, Bankir Senior, Menteri Perhubungan 2014-2016, dan Menteri ESDM 2016-2019 DUNIA sedang menghadapi… Read More

14 hours ago

OJK Cabut Izin Usaha BPR Sungai Rumbai, Ini Alasannya

Poin Penting OJK mencabut izin usaha BPR Sungai Rumbai karena gagal melakukan penyehatan meski telah… Read More

14 hours ago

Coretax: Tantangan Digitalisasi Pajak Indonesia

Oleh Wilson Arafat, Bankir Senior BAYANGKAN sejenak, seorang pemilik usaha kecil di kota kabupaten. Dia… Read More

14 hours ago

Chubb Life Dorong Penetrasi Asuransi Kesehatan Lewat Produk Penyakit Kritis

Poin Penting Chubb Life Insurance Indonesia meluncurkan produk My Critical Illness Protection untuk meningkatkan penetrasi… Read More

14 hours ago

OJK Dukung Rencana Purbaya Ubah PNM jadi Bank UMKM

Poin Penting OJK menyatakan akan mengikuti dan mendukung keputusan akhir Kementerian Keuangan terkait rencana pengambilalihan… Read More

14 hours ago