Ilustrasi: Sektor keuangan Indonesia. (Foto: istimewa)
Oleh Ryan Kiryanto, Ekonom Senior & Associate Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia
DALAM publikasi Fitch Ratings tentang “Outlook Kredit Global 2025”, disimpulkan adanya “ketidakpastian akan menguji ketahanan kredit dan stabilitas makro-ekonomi”. Jelas ini merupakan peringatan dini yang harus menjadi perhatian otoritas dan kalangan sektor keuangan (utamanya perbankan) di seluruh dunia, termasuk Indonesia.
Menurut publikasi tersebut, di 2025 ini sektor keuangan global akan dihadapkan pada enam kondisi faktual. Pertama, agenda kebijakan ekonomi Amerika Serikat (AS) di bawah Presiden Donald Trump terkait kenaikan tarif bea masuk untuk barang-barang impor dari negara-negara mitranya (di antaranya Tiongkok, Kanada, dan Meksiko), kebijakan perpajakan, deregulasi kebijakan, dan kebijakan keimigrasian. Kebijakan “kontroversial” Trump adalah tema kebijakan utama yang harus diperhatikan dengan efek potensial terbesar pada aspek pembiayaan (perkreditan).
Poin Penting Danamon targetkan AUM wealth management tumbuh 20 persen pada 2026, melanjutkan capaian 2025… Read More
Poin Penting Moody’s menurunkan outlook utang Indonesia dari stabil menjadi negatif, namun tetap mempertahankan peringkat… Read More
Poin Penting Di tengah pertumbuhan ekonomi nasional 5,11 persen pada 2025, Bank Mandiri mencatatkan aset… Read More
Forum Pemimpin Redaksi (Pemred) bersinergi dalam diskusi bertema "Peran Masjid Istiqlal di Era Transformasi Digital… Read More
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar pertemuan tahunan industri jasa keuangan yang digelar rutin untuk menyampaikan… Read More
Dengan adanya MyPanin, menegaskan komitmen PaninBank dalam menghadirkan aplikasi layanan perbankan digital yang komprehensif, nyaman,… Read More