Ekonomi dan Bisnis

Melonjak 37,08 Persen, Sinergy Networks (INET) Cetak Pendapatan Segini di Q3 2023

Jakarta – Emiten infrastruktur telekomunikasi, PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk. (INET) atau Sinergy Networks membukukan kenaikan pendapatan secara year-on-year (YoY) pada kuartal III-2023 sebesar 37,08 persen menjadi Rp19,77 miliar dari periode yang sama tahun 2022 senilai Rp14,42 miliar.

Emiten yang resmi mencatatkan sahamnya di BEI pada 14 Juli 2023 ini, juga membukukan kenaikan liabilitas menjadi Rp8,49 miliar di kuartal III-2023 dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp7,78 miliar, dengan rincian liabilitas jangka pendek pada tahun ini sebesar Rp8,25 miliar dan liabilitas jangka panjang sebesar Rp239,49 juta.

Baca juga: Laba Sinergy Networks (INET) Naik 40 Persen di Kuartal III-2023 jadi Segini

Direktur Utama INET Muhammad Arif, yang juga merupakan Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menjabarkan, untuk total ekuitas perusahaan pun ikut naik menjadi Rp215,24 miliar di kuartal III 2023, bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp65,2 miliar. 

Sedangkan dari sisi pencapaian laba perusahaan, ada kenaikan sebesar 40,44 persen menjadi Rp1,53 miliar pada kuartal III 2023, dari periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp1,09 miliar.

Atas kinerja yang positif ini, total aset perseroan pun hingga akhir kuartal III tahun ini mencapai Rp223,74 miliar, atau naik dari per akhir Desember 2022 yang sebesar 72,983 miliar. Di mana pada tahun ini, jumlah aset lancar sebesar Rp66,48 miliar dan total aset tidak lancar sebesar Rp157,25 miliar. 

“Terdapat empat strategi yang telah dilakukan INET di sepanjang 2023,” tambah Direktur INET Erick Bermand Siregar saat Public Expose, Jumat, 22 Desember 2023.

Baca juga: BEI Targetkan Rata-Rata Nilai Transaksi Harian Capai Rp12,25 Triliun di 2024

Adapun strategi pertama, perseroan akan terus melakukan peningkatan kompetensi karyawan. Kedua, kebijakan pricing dan juga memberikan diskon yang menarik kepada pelanggan yang menggunakan jasa Perseroan pada jumlah tertentu.

Selanjutnya ketiga, perseroan akan terus memperkuat positioning sebagai penyedia jasa infrastruktur yang memberikan layanan terbaik bagi para pelanggan. Dan yang terakhir, Perseroan akan terus menambah PoP (Point of Presence) untuk semakin meningkatkan jangkauan kepada pelanggan. (*)

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Ketidakpastian Hukum di Sektor Keuangan: Ketika Risiko Dikriminalisasi dan Harga Dianggap Kartel

Oleh Anto Prabowo, Dosen FEB UNS Solo DI tengah dinamika kebijakan ekonomi nasional, munculnya dua… Read More

8 hours ago

Cetak SDM Unggul, BSN Gandeng Universitas Terbuka

Dalam program tersebut, BSN memberikan dukungan pembiayaan pendidikan bagi pegawai aktif yang memenuhi kriteria, baik… Read More

8 hours ago

CIMB Niaga Raih Penghargaan Most Trusted Financial Brand Awards 2026

Pada ajang tersebut, CIMB Niaga meraih tiga penghargaan, masing-masing pada kategori Produk Wealth Management untuk… Read More

11 hours ago

Konsistensi Fundamental, Tugu Insurance Catat Laba Rp711 Miliar di 2025

Poin Penting Tugu Insurance mencatat laba Rp711,06 miliar di 2025, meningkat dari Rp401,57 miliar (restated).… Read More

14 hours ago

ICEx Resmi Meluncur, Bangun Infrastruktur Bursa Kripto RI Berstandar Global

Poin Penting ICEx resmi diluncurkan sebagai platform infrastruktur aset kripto berstandar institusional, didukung modal USD70… Read More

19 hours ago

Melonjak 96 Persen, Transaksi di ICDX Tembus Rp12.477 T pada Kuartal I 2026

Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More

20 hours ago